Perbaiki Administrasi, PUPR Ngawi Siapkan Kelompok Tani Akses Program Irigasi 2026
Laporan: Budi Santoso
NGAWI | HARIAN7.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ngawi menggelar pembinaan administrasi usulan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) tahun 2026. Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat kesiapan kelompok petani dalam mengakses program pembangunan irigasi berbasis masyarakat.
Pembinaan yang berlangsung di Notosuman Convention & Restaurant, Kecamatan Paron, Rabu (15/4/2026), diikuti sekitar 160 ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dari berbagai desa di Kabupaten Ngawi.
Kepala Bidang Sumber Daya Air PUPR Ngawi, Dwi Wiyatno Wahyudayanto, menekankan pentingnya kelengkapan administrasi bagi kelompok penerima program. Menurut dia, legalitas menjadi syarat utama agar usulan dapat diproses.
“Kelompok P3A harus memiliki akta notaris, NPWP, serta rekening bank atas nama kelompok. Ini menjadi dasar dalam pengajuan program,” ujar Dwi dalam sambutannya.
Selain itu, ia juga mendorong pembentukan kepengurusan yang jelas di tingkat desa agar pengelolaan program berjalan lebih tertib dan akuntabel.
Narasumber dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Madiun, Sution, menambahkan bahwa prioritas penerima P3TGAI diberikan kepada lembaga yang telah berbadan hukum dan mendapat pengesahan dari pemerintah daerah.
Ia menjelaskan, objek usulan program meliputi jaringan irigasi tersier pada daerah irigasi yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, maupun desa.
“Usulan dapat diajukan melalui DPR RI, pemerintah daerah, maupun secara mandiri oleh kelompok P3A, dengan melengkapi sejumlah dokumen seperti akta notaris, NPWP, rekening bank, surat usulan, SPTJM, dan peta jaringan irigasi,” kata Sution.
Melalui pembinaan ini, PUPR Ngawi berharap kelompok P3A semakin siap secara administrasi sekaligus mampu bersinergi dengan pemerintah desa dan pemangku kepentingan lainnya.
Dengan penguatan tersebut, diharapkan jaringan irigasi di Kabupaten Ngawi dapat berfungsi optimal untuk mendukung produktivitas pertanian, baik pada musim kemarau maupun musim hujan.













Tinggalkan Balasan