HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Panen Lele di Rutan Salatiga, Dari Balik Jeruji Tumbuh Kemandirian

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Aktivitas pembinaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Salatiga terus dikembangkan secara produktif. Salah satunya melalui budidaya ikan lele yang kini membuahkan hasil, dengan panen mencapai 65 kilogram pada Kamis (9/4/2026).

Panen tersebut bukan sekadar hasil perikanan, melainkan bagian dari upaya membangun kemandirian warga binaan. Budidaya dilakukan di kolam yang memanfaatkan lahan kosong di dalam rutan, dengan pengelolaan langsung oleh warga binaan bersama petugas.

Baca Juga:  Mustaqim Masuk Nominasi PAI Award Nasional 2025, Unggul Lewat Pendampingan Zakat Non-Amil

Hasil panen kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan internal. Ikan lele didistribusikan ke dapur rutan guna menunjang konsumsi harian, sementara sebagian lainnya dipasarkan kepada petugas sebagai bentuk latihan kewirausahaan.

Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Salatiga, Rondi, mengatakan program ini dirancang untuk memberikan nilai lebih dalam proses pembinaan. Tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana belajar keterampilan praktis.

Baca Juga:  Tim Gabungan Sidak VIP Social Bar, Petugas Temukan Minol Kadar 40 Persen

“Ini bukan hanya soal panen, tapi bagaimana warga binaan memiliki bekal keterampilan yang bisa dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” ujar Rondi.

Bagi warga binaan, program ini juga menghadirkan pengalaman baru. Hamam, salah satu peserta budidaya, mengaku mendapatkan pengetahuan langsung tentang cara beternak lele, mulai dari perawatan hingga masa panen.

Baca Juga:  Transformasi Rutan Salatiga, Komitmen Zona Integritas Menuju Pelayanan Publik Terbaik

“Selain kegiatan positif, kami jadi punya ilmu yang bisa dipakai nanti,” katanya.

Program budidaya lele ini merupakan bagian dari penguatan pembinaan berbasis kemandirian yang terus didorong di lingkungan pemasyarakatan. Rutan Salatiga berharap, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan agar warga binaan memiliki keterampilan nyata sebagai bekal kehidupan setelah bebas.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!