HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Ledakan di Rumah Warga Tambakrejo Semarang, Bocah 9 Tahun Meninggal Dunia

SEMARANG | HARIAN7.COM – Suara ledakan keras memecah dini hari di kawasan Jalan Kampung Tambakrejo Pondok, RT 02 RW 09, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 01.10 WIB. Ledakan yang diduga berasal dari petasan yang disimpan di dalam rumah itu menewaskan seorang anak laki-laki berusia 9 tahun, Gilang.

Peristiwa tragis ini terjadi saat warga sekitar masih beraktivitas mempersiapkan takbir keliling, menjelang perayaan Idul Fitri. Dentuman keras yang tiba-tiba membuat warga panik dan berlarian menuju lokasi sumber ledakan.

Baca Juga:  Darah di Tengah Kampanye – Capres Kolombia Ditembak Remaja 15 Tahun

Rumah milik warga bernama Rondiyah menjadi titik pusat kejadian. Pantauan pada Jumat pagi menunjukkan kondisi bangunan mengalami kerusakan parah. Bagian atap tampak jebol, rangka plafon runtuh, dan sejumlah barang di dalam rumah berserakan akibat kuatnya daya ledak.

Petugas kepolisian bersama Tim Gegana dari Polda Jawa Tengah langsung melakukan sterilisasi di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan adanya ledakan susulan. Dari hasil penyisiran, ditemukan dan diamankan belasan petasan yang masih tersisa di dalam rumah.

Ketua RW 09 Tambakrejo, Ahmad Rifa’i, mengatakan dirinya menerima laporan warga sekitar pukul 01.00 WIB. Ia segera menuju lokasi dan mendapati kondisi rumah sudah rusak berat.

Baca Juga:  Hidangan Pagi yang Menggoda: Mie Rebus Telur dan Sayur untuk Awali Hari dengan Energi

“Saya dapat laporan sekitar jam satu dini hari, lalu langsung ke lokasi. Warga sudah ramai dan sebagian sudah masuk ke dalam rumah untuk membantu,” ujar Rifa’i.

Menurut informasi sementara, sumber ledakan diduga berasal dari petasan yang dibeli secara daring. Petasan tersebut disebut disimpan di dalam toples dan diletakkan di bawah magic com sebelum akhirnya meledak.

Korban Gilang sempat dinyatakan hilang usai ledakan terjadi. Setelah dilakukan pencarian, ia ditemukan sekitar pukul 02.00 WIB di bawah meja makan dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Baca Juga:  Truk Muat Cabai Hantam Truk Tangki, Seorang Tewas di Lokasi Kejadian

“Korban ditemukan di bawah meja makan, sudah dalam keadaan meninggal,” kata Rifa’i.

Saat kejadian, terdapat lima orang di dalam rumah. Empat orang lainnya berhasil menyelamatkan diri tanpa mengalami luka.

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti ledakan. Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya penyimpanan petasan di dalam rumah, terlebih dalam jumlah banyak dan tanpa standar keamanan.(Bang Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!