Usai OTT Bupati Pekalongan, Gubernur Jateng Ingatkan Kepala Daerah Jaga Integritas
Laporan: Andi Saputra
SEMARANG | HARIAN7.COM – Aroma politik birokrasi Jawa Tengah mendadak berubah tegang. Pascainsiden Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi angkat bicara.
Di sela Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Selasa (3/3/2026), Luthfi menegaskan pentingnya menjaga kebersihan birokrasi di tengah sorotan publik.
“Kita menghormati penyidikan yang dilakukan KPK. Ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pejabat publik untuk menjalankan good governance,” ujar Luthfi.
Menurut dia, peristiwa OTT tersebut harus menjadi alarm bagi seluruh kepala daerah di Jawa Tengah. Ia mengaku telah mengingatkan para bupati dan wali kota agar menjaga integritas serta tidak tergelincir pada praktik melawan hukum.
“Kita harus menciptakan birokrasi yang bersih dengan jalan tidak melanggar hukum,” tegasnya.
Sebelumnya, KPK mengamankan Fadia Arafiq bersama orang kepercayaan dan ajudannya dalam operasi senyap di Semarang. Penangkapan itu langsung menyedot perhatian publik dan memantik spekulasi di lingkar kekuasaan daerah.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut perkara tersebut terkait dugaan suap proyek pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Ketiganya kemudian dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kasus ini menambah daftar panjang kepala daerah yang tersandung operasi penindakan lembaga antirasuah. Di tengah tuntutan publik atas transparansi dan akuntabilitas, pesan Gubernur Luthfi menjadi penegasan: integritas bukan sekadar slogan, melainkan batas yang tak boleh dilanggar.(*)












Tinggalkan Balasan