HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Piramida Duit Panas DJBC–DJP: Nama Menkeu Ikut Terseret Radar, KPK Susuri Alur Perintah hingga Puncak

JAKARTA | HARIAN7.COM – Aroma tak sedap dari dapur pajak dan bea cukai makin menyengat. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberi sinyal tak ingin berhenti di lingkar terluar. Bukan cuma pegawai teknis, tapi pucuk pimpinan pun disebut berpotensi dimintai keterangan jika jejaknya bersinggungan dengan aliran dana dan rantai komando.

Di tengah penyidikan dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) serta Direktorat Jenderal Pajak (DJP), nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa hingga eks Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut disebut masuk radar kemungkinan pemeriksaan. Belum tentu diperiksa, tapi peluang itu tak ditutup, semua bergantung pada kebutuhan pembuktian.

Di Gedung Merah Putih, Jumat (27/2/2026), Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menggambarkan pola perkara ini seperti bangunan bertingkat.

Baca Juga:  Jembatan Penghubung Jatim-Jateng Ambrol, Warga Khawatir dan Minta Perbaikan Segera

“Ya tentunya ini kan piramida ya. Kita sedang menyusuri itu, ke mana uang itu mengalir dan dari siapa perintah itu berasal gitu. Jadi ada aliran dananya, ada alur perintahnya,” ujar Asep.

Pernyataan itu bukan sekadar metafora. Dalam bahasa penyidik, “piramida” berarti ada dugaan struktur: siapa memerintah, siapa mengorganisasi, siapa menerima manfaat. KPK menyisir dua jalur sekaligus, jejak uang dan jejak perintah. Keduanya harus bertemu di titik yang sama: alat bukti.

Asep menegaskan, siapa pun yang terindikasi menjadi otak atau pengendali praktik ini tak akan kebal.

Baca Juga:  Passion dan Disiplin Kunci Sukses, dr. Gamal Albinsaid Inspirasi Ribuan Guru di Hari Guru Nasional 2024

“Karena tentunya orang yang memiliki niat ya, yang pertama kali, artinya dia memerintahkan kemudian juga mengorganisasi ini, ya tentunya harus kita minta pertanggungjawaban. Jadi mohon ditunggu, untuk perkara ini (kasus pajak dan bea cukai) tetap masih berproses,” tandas Asep.

Pesan itu terdengar seperti peringatan dini bagi siapa pun yang merasa berada di lantai atas piramida.

Pintu Masuk dari Level Intelijen

Langkah terbaru KPK adalah menetapkan Budiman Bayu Prasojo (BBP), Kepala Seksi Intelijen Cukai Penindakan dan Penyidikan DJBC, sebagai tersangka. Posisi intelijen bukan posisi sembarangan, ia berada di simpul informasi dan operasi.

Baca Juga:  Pria di Ambarawa Ditemukan Gantung Diri, Istri Syok Saat Pulang Mengajar

Penangkapan BBP disebut sebagai pintu masuk. Bukan akhir, melainkan awal penggalian lebih dalam.

“Artinya saat ini kita melakukan upaya paksa terhadap Saudara BBP ya, Saudara BBP itu adalah bentuk bahwa kami memang melakukan, terus melakukan pengembangan terhadap perkara ini gitu, terus menggali informasi dan apabila nanti ditemukan kecukupan bukti terhadap oknum lain, para pelaku lain, ya kita akan segera melakukan tindakan upaya paksa,” pungkas Asep.

Kalimat “terus melakukan pengembangan” menjadi kunci. Dalam kamus KPK, itu berarti peta perkara belum selesai digambar. Setiap pengakuan, setiap dokumen, setiap transaksi bisa menjadi anak tangga menuju level yang lebih tinggi.(Yuanta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!