Tagih Utang Berujung Tusuk, Advokat Diserang Matel di Gerbang Perumahan Tangerang
TANGERANG | HARIAN7.COM – Urusan cicilan dua bulan yang mestinya bisa dibicarakan baik-baik malah berubah jadi kisah kriminal berdarah. Seorang advokat, Bastian Sori (40), ditusuk sekelompok debt collector alias mata elang (matel) di kawasan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Lokasinya tak jauh-jauh dari rumah korban, tepat di gerbang perumahan, di jam orang tua biasanya menjemput anak.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (23/2) sekitar pukul 16.40 WIB. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, awalnya korban dan istrinya mendapati tiga orang tak dikenal di depan rumah mereka. Ketiganya mengaku sebagai debt collector yang hendak menarik mobil Toyota Fortuner putih milik korban karena menunggak cicilan selama dua bulan.
“Korban dengan ketiga orang tidak dikenal tersebut terjadi cekcok mulut perihal adanya tunggakan cicilan mobil Toyota Fortuner warna putih milik korban, tunggakan korban selama 2 bulan. Lanjut korban dan saksi tidak menghiraukan ketiga orang tidak dikenal yang mengaku DC (debt collector),” kata Budi kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).
Masalah tak berhenti di depan rumah. Saat korban menegur petugas keamanan di gerbang perumahan, ketiga pelaku yang hendak pergi justru kembali bertemu korban. Cekcok jilid dua pun terjadi. Mobil yang diduga milik pelaku disebut menghalangi jalan, membuat korban mendatangi mereka dan meminta identitas.
“Pada saat saksi keluar mobil sudah melihat korban sudah bersimbah darah yang keluar dari perutnya yang ditusuk oleh salah satu laki-laki yang mengenakan kemeja kotak warna biru,” ujar Budi.
Penagihan pun resmi berubah menjadi tindak pidana. Korban mengalami tiga luka tusuk dua di perut dan satu di punggung. Usai kejadian, para pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi, sementara korban dilarikan ke Mega Klinik sebelum akhirnya dirujuk ke RS Siloam Internasional Lippo Karawaci karena kondisinya cukup serius.
Kasus ini kini ditangani Satreskrim Polres Tangerang Selatan. Polisi masih memburu para pelaku yang memilih menghilang usai “menagih” dengan cara paling brutal.
“Untuk pelaku masih diselidiki oleh Polres Tangsel,” imbuh Budi.
Di Tangerang sore itu, urusan cicilan tak lagi sekadar angka di kertas. Ia berubah menjadi luka, darah, dan catatan kriminal baru.(NA)












Tinggalkan Balasan