HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Ramai Isu Pajak di Medsos, Layanan Samsat Salatiga Tetap Normal, Kepala UPPD: Awal 2026 Jadi Perhatian

Laporan: Muhamad Nurarni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Isu kenaikan pajak kendaraan bermotor yang beredar di media sosial memantik beragam komentar warga. Sejumlah unggahan bernada protes. Namun, pelayanan pembayaran di Samsat Salatiga tetap berlangsung ramai.

Kepala UPPD (Samsat) Salatiga, Amar Ustadi Abdullah, mengakui adanya respons negatif tersebut. “Di medsos memang ada komentar-komentar,” kata Amar saat ditemui harian7.com, Rabu (18/2/2026) diruang kerjanya.

“Sifatnya negatif, ya,” tuturnya.

Ia menilai isu itu berdampak, tetapi tidak signifikan. “Ada pengaruhnya, tapi sedikit,” ujarnya.

Bahkan, menurut dia, antusiasme wajib pajak masih terlihat. “Wajib pajak masih antusias membayar pajak,” terang Amar.

Baca Juga:  Sebagai Tanda Telah Berakhirnya Operasi Patuh Candi 2020, Satlantas Polres Salatiga Bagikan Paket Sembako Kepada Kaum Duafa, Kapolres : Perlu Dicontoh Oleh Fungsi Yang Lain

Data terbaru menunjukkan penerimaan Januari 2025 sebesar Rp 6,5 miliar. Pada Januari 2026 turun menjadi Rp 6,2 miliar. Amar sebelumnya menyebut ada koreksi penerimaan. “Memang di Januari 2026 ada penurunan sekitar Rp 308 juta,” kata Amar.

Penurunan itu sekitar 7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Meski demikian, ia belum menyimpulkan penyebabnya. “Belum bisa memastikan apakah ini karena pengaruh isu itu atau ada faktor lain,” ujar Amar.

Komposisi objek pajak di Salatiga didominasi sepeda motor, sekitar 87 persen. Penunggakan terjadi baik pada roda dua maupun roda empat. Amar juga menyinggung kendaraan listrik pendapatan pajak enol. “Kendaraan listrik pajaknya 0,” katanya.

Baca Juga:  Kembangkan Jiwa Kewirausahaan, SMK Negeri 1 Ngablak Adakan Program Guru Tamu

Tercatat sekitar 50 unit roda dua listrik. “Secara jumlah objek meningkat, tapi secara penerimaan pajak kita turun,” ujar Amar.

Untuk capaian 2025, realisasi penerimaan melampaui target. “Masih memenuhi 112 persen,” kata Amar.

Namun tren awal 2026 menjadi perhatian. “Ini menjadi warning untuk kita,” ujarnya.

Upaya yang dilakukan antara lain edukasi dan sosialisasi. “Penagihan door to door kepada wajib pajak yang menunggak,” kata Amar.

Baca Juga:  SinoengBerBudi Apresiasi Debat Perdana Pilkada Salatiga, Fokus pada Isu Strategis Untuk Kemajuan Kota

Juga razia bersama kepolisian. “Untuk kepatuhan berkendara maupun kepatuhan bayar pajak,” ujarnya.

Di sisi lain, warga tetap datang membayar pajak. Seorang wajib pajak mengatakan, “Harus seharusnya kan bayar pajak itu mengikuti aturan pemerintahnya,” katanya.

Ia mengaku tidak mengetahui detail kenaikan. “Nggak tahu naik berapa, yang penting bayar pajak itu,” bebernya.

Warga Pabelan, Muhammad Anwar Romdhon, juga memilih patuh. “Mau gimana lagi ya, Mas, nggak ada pilihan lain,” kata Anwar.

Meski demikian, ia berharap kebijakan ke depan lebih ringan. “Semoga nggak naik terus,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Berita Lainya

error: Content is protected !!