HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

PKKM di MA Mu’allimin Temanggung: Evaluasi Kinerja dan Penguatan Tradisi Pendidikan

Laporan: Wahono

TEMANGGUNG | HARIAN7.COM – Madrasah Aliyah Mu’allimin Temanggung menggelar Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) pada Kamis, 20 November 2025. Prosesi dimulai dengan pembukaan resmi, disusul menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Mu’allimin, menandai keseriusan lembaga dalam memperkuat tata kelola pendidikannya.

Ketua Yayasan, Dr. H. Muhammad Syakur, M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa Mu’allimin Temanggung merupakan salah satu institusi pendidikan Islam tertua di daerah tersebut. “Mu’allimin Temanggung berdiri sejak 1958. Harapannya, setelah PKKM ini, akan ada pengetahuan baru dan menjadi evaluasi bagi guru dan lembaga Madrasah Aliyah Mu’allimin Temanggung,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemkot Salatiga Luncurkan Program SAKTI, Targetkan Percepatan Sanitasi Aman

Kepala MA Mu’allimin Temanggung, Faiz Syauqi, S.I.Kom., menambahkan bahwa Kompleks Pendidikan Islam Mu’allimin merupakan satu kesatuan lintas jenjang yang menaungi SMP, MA, serta pondok pesantren. Ia menekankan kuatnya rekam jejak alumni. “Keunggulan alumni Mu’allimin Temanggung adalah sebagian besar berkiprah di masyarakat, masuk dalam birokrasi pemerintahan, dan menjadi tokoh masyarakat,” terangnya.

Baca Juga:  Polres Purbalingga Beri Pembinaan Psikologi dan Agama Kepada 52 Pelaku Perang Sarung

Sementara itu, Pengawas Pembina sekaligus Tim Penilai, Herry Setyowibowo, menjelaskan bahwa PKKM merupakan program resmi Kementerian Agama untuk memotret eksistensi dan kualitas pengelolaan madrasah. “Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk observasi dan bertemu langsung tatap muka. Tantangan paling berat saat ini bagi madrasah adalah meningkatkan kualitas secara fisik,” ujarnya sembari menegaskan perlunya komitmen berkelanjutan dalam membenahi sarana dan prasarana pendidikan.

Baca Juga:  DPRD Kendal Gelar Rapat Paripurna Penyampaian LKPJ Tahun 2022

Dengan pelaksanaan PKKM ini, Mu’allimin Temanggung berharap dapat mempertahankan tradisi panjangnya sekaligus menyesuaikan diri dengan tuntutan mutu pendidikan modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!