HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Bentrok Dua Perguruan Silat di Magetan, Remaja Madiun Jadi Korban Hantaman Batu

MAGETAN | HARIAN7.COM — Suasana Desa Madigondo, Kecamatan Takeran, Magetan, mendadak mencekam, Minggu (20/4). Usai gelaran acara halal bihalal, dua kelompok perguruan silat yang tak disebutkan namanya terlibat bentrok brutal. Massa dari dua kubu saling serang dengan lemparan batu hingga senjata tajam, membuat warga sekitar ketakutan dan memilih mengunci diri di rumah.

Dalam insiden panas yang nyaris berubah menjadi perang jalanan itu, seorang remaja asal Madiun menjadi korban. Bocah malang ini mengalami luka cukup serius di bagian wajah dan kaki akibat dihujani batu oleh lawan.

Baca Juga:  Tahun 2026 Salatiga Ditargetkan Bebas Pengamen, Pemerintah Mulai Gencarkan Sosialisasi

Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, angkat bicara soal bentrokan ini. Ia mengungkapkan bahwa aparat gabungan dari Polres Magetan dan Kodim 0804/Magetan langsung melakukan langkah cepat dengan penyekatan di titik rawan.

“Kebetulan tadi ada acara halal bi halal di Kecamatan Takeran di Magetan, lalu selesai acara saat ketika akan kembali ke wilayah Kota Madiun terjadi hal tersebut. Alhamdulillah berkat kerja cepat aparat yang ada di lapangan, dibantu Kodim kami berhasil melakukan penyekatan dan kemudian massa beransur-ansur membubarkan diri,” ujar AKBP Raden Erik.

Baca Juga:  Renjana Karya: Ketika Guru-Guru ‘Curhat’ Lewat Karya, Bukan Sekadar Ngajar

Tak ingin kerusuhan meluas, sebanyak 200 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan ke lokasi. Berkat kehadiran aparat, massa dari kedua kubu akhirnya memilih mundur dan bentrokan berhasil diredam. Kapolres memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Pihak kepolisian juga berencana mempertemukan pimpinan dari kedua perguruan silat demi mencegah konflik berdarah berlanjut.

Baca Juga:  Skandal Kuota Haji Mulai Terkuak: Anomali SK Menag 2024, Penyidik KPK Telisik Jejak 7.000 Dolar per Kuota

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Desa Madigondo berangsur kondusif, namun aparat masih berjaga guna mengantisipasi kemungkinan gesekan susulan.(BS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!