HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Marak Insiden Kriminal Turis Asing di Bali, Kemenpar Perkuat Koordinasi dengan Aparat

JAKARTA | HARIAN7.COM – Bali kembali dihebohkan dengan ulah turis asing yang melanggar aturan. Setelah sebelumnya viral kasus turis asing bekerja sebagai sopir taksi ilegal, kini terjadi insiden kriminal yang lebih serius.

Seorang warga negara asing (WNA) asal Ukraina menjadi korban perampokan oleh sekelompok WNA Rusia di kawasan Jalan Tundun Penyu, Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Bali pada 15 Desember 2025.

Baca Juga:  Sambut Ramadhan 2026, PERAK Kembali Gelar Momentum Seru di Lereng Telomoyo

Menanggapi maraknya gangguan keamanan di destinasi wisata, Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa, menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk meningkatkan keamanan bagi wisatawan.

Baca Juga:  Dana Haji 2024 Bermasalah, KPK Tunggu Bukti Kerugian Negara

“Kami terus berkolaborasi dengan Polda Bali untuk menciptakan rasa aman bagi wisatawan. Termasuk penindakan tegas terhadap pelanggaran yang terjadi,” ujar Ni Luh dalam Jumpa Pers Bulanan di Jakarta, Jumat (7/2/2025).

Baca Juga:  Hakim PN Salatiga Awasi Pemenuhan Hak Warga Binaan di Rutan Salatiga

Ia juga mengusulkan penambahan jumlah polisi pariwisata, terutama yang fasih berbahasa Inggris, agar dapat memberikan pelayanan lebih baik kepada wisatawan. Namun, ia tidak merinci skema penambahan personel tersebut.

Baca Juga:  Benteng Kecil Harapan Besar: Pemdes Sumberjo Realisasikan Dana Desa 2025 untuk Bangun TPT di Dusun Tempel

Sementara itu, Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Hariyanto, menegaskan bahwa penegakan hukum tetap menjadi ranah aparat kepolisian.

“Kami fokus pada bagaimana menciptakan destinasi yang aman dan nyaman, sedangkan penegakan hukum menjadi tugas kepolisian,” katanya.

Baca Juga:  Jajaran Polres Semarang Ungkap Judi Togel, Dua Pelaku di Ringkus

Kemenpar juga berjanji akan terus berkoordinasi dengan aparat dan pemerintah daerah untuk memastikan wisatawan merasa aman saat berkunjung ke Indonesia.

“Kami intens berkoordinasi setiap hari, baik dengan aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah,” tutup Ni Luh.(Yuanta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!