Laporan: Muhamad Nuraeni
SEMARANG | HARIAN7.COM – Warga di sejumlah wilayah Jawa Tengah masih menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau. Di Desa Tlogosari, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, sebagian warga bahkan harus mengantre sejak dini hari untuk memperoleh air ketika sumber mata air mulai menyusut.
Merespons kondisi tersebut, Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (LAZiS) Jateng menyalurkan 961.600 liter air bersih kepada 5.693 penerima manfaat yang tersebar di 38 titik di Jawa Tengah.
Direktur Eksekutif LAZiS Jateng Doso Sutrisno mengatakan, penyaluran air bersih dilakukan secara bertahap sejak akhir Juli 2026 untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Ketika masyarakat mulai kesulitan mendapatkan air bersih, kebutuhan tersebut tentu perlu segera kita respons. Karena itu, distribusi dilakukan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan sesuai kondisi di lapangan,” kata Doso.
Penyaluran bantuan menjangkau sejumlah daerah, antara lain Banjarnegara, Sukoharjo, Banyumas, Purbalingga, Salatiga, Grobogan, Sragen, Wonogiri, Pemalang, Magelang, hingga Semarang.
Salah satu distribusi dilakukan di Desa Tlogosari, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, pada 28 Juli 2026. Sebanyak 66.000 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan 224 kepala keluarga.
Di wilayah tersebut, keterbatasan air menjadi persoalan bagi warga ketika musim kemarau tiba. Menurunnya debit sumber mata air membuat masyarakat harus mencari cara untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Bantuan air bersih diharapkan dapat meringankan beban warga, terutama untuk kebutuhan rumah tangga yang tidak bisa ditunda.
Distribusi Menjangkau Sejumlah Daerah
Selain Wonogiri, LAZiS Jateng menyalurkan air bersih ke sejumlah desa di Kabupaten Grobogan, meliputi wilayah Kecamatan Pulokulon, Kradenan, Gabus, Penawangan, dan Karangrayung.
Distribusi juga dilakukan di wilayah Banyumas, termasuk Cipete, Dalawangi, Randegan, dan Ciarus. Sejumlah wilayah di Banjarnegara, Purbalingga, Magelang, Sukoharjo, Boyolali, dan Sragen turut menerima bantuan.
Menurut Doso, penyaluran dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan. Dengan demikian, bantuan diharapkan dapat menjangkau wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih.
Ia menambahkan, keberlanjutan distribusi tidak terlepas dari dukungan para donatur, mitra, dan berbagai pihak yang ikut membantu penanganan dampak kekeringan.
“Selama masyarakat masih membutuhkan akses air bersih, kami akan terus melihat wilayah yang perlu dijangkau. Kami berharap dukungan yang diberikan dapat menjaga keberlanjutan distribusi air bersih bagi masyarakat,” ujarnya.
Hingga kini, penyaluran air bersih masih berlanjut ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang menghadapi keterbatasan air selama musim kemarau.(*)









Tinggalkan Balasan