DEPOK | HARIAN7.COM — Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok, Ario Galih Maduseno, mengakui video yang viral di media sosial memang direkam di dalam lingkungan Rutan Depok.
Ario mengatakan, pihaknya telah melakukan investigasi setelah video tersebut beredar dan menjadi perhatian publik.
“Hasil investigasi, video tersebut benar ada di Rutan Depok,” kata Ario, saat menggelar jumpa pers di Rutan Kelas Satu Cilodong Depok, Minggu (4/10/2026)
Menurut dia, dalam penanganan kasus tersebut terdapat sejumlah pihak yang kini menjalani pemeriksaan. Sebanyak dua orang petugas Rutan Depok diperiksa bersama 22 warga binaan.
Dua petugas tersebut masing-masing berasal dari jajaran pengamanan dan staf bimbingan kerja.
“Saat ini dua orang anggota yang diperiksa sedang dalam proses penanganan,” ujarnya.
Ario menjelaskan, dalam video tersebut terlihat adanya sejumlah barang, di antaranya lampu disko dan telepon seluler (HP) yang digunakan untuk merekam.
Ia menegaskan, pihak Rutan Depok akan menelusuri lebih lanjut bagaimana barang-barang tersebut dapat berada di dalam rutan.
“Di properti itu ada lampu disko, ada HP untuk merekam,” kata Ario.
Keterbatasan Petugas
Ario mengakui pengawasan di Rutan Depok menghadapi keterbatasan sumber daya manusia (SDM).
Saat ini terdapat sekitar 1.279 warga binaan, sementara petugas yang berjaga dalam satu shift hanya sekitar 10 orang.
“Untuk saat ini kita terbatas SDM. Ada 1.279 warga binaan, dengan petugas pengamanan hanya 10 orang. Itu satu banding 100,” ujar Ario.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, pihaknya berencana terus menggandeng unsur eksternal dalam memperkuat pengawasan di lingkungan rutan.
Ario juga mengatakan dirinya baru sekitar satu bulan menjabat sebagai Kepala Rutan Kelas I Depok.
Razia Akan Dilakukan Berkelanjutan
Ario memastikan razia dan pemeriksaan terhadap lingkungan rutan akan terus dilakukan secara berkala.
Ia mengeklaim razia sebelumnya telah dilakukan secara menyeluruh sehingga pihaknya akan melakukan pengawasan lebih ketat untuk mencegah masuknya kembali barang-barang yang dilarang.
“Kami pastikan pada saat razia lalu itu dilakukan secara menyeluruh. Jadi tidak mungkin barang haram tersebut masuk kembali,” katanya.
Menurut Ario, langkah selanjutnya tidak hanya berupa razia, tetapi juga pendekatan persuasif kepada warga binaan serta penguatan kerja sama dengan pihak eksternal.
“Kami berkomitmen untuk menjaga keamanan. Razia akan kami lakukan terus-menerus, tentunya dengan pendekatan persuasif. Kemudian kami juga akan menggandeng pihak eksternal,” ujar dia.
Dilaporkan ke Polisi
Terkait temuan tersebut, pihak Rutan Depok juga akan berkoordinasi dan melaporkannya kepada pihak kepolisian untuk proses lebih lanjut.
“Kita laporkan ke pihak kepolisian,” kata Ario.
Ia menegaskan, pemeriksaan terhadap petugas maupun warga binaan masih berjalan. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
Ario mengatakan pihaknya berkomitmen memperketat pengawasan sekaligus melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan di Rutan Depok.









Tinggalkan Balasan