Laporan: Muhamad Nuraeni

KAB. SEMARANG, HARIAN7.COM – Bakal calon Kepala Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Hermawan Sigit, menyiapkan sejumlah gagasan untuk mendorong kemajuan desa. Mulai dari perbaikan tata kelola pemerintahan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), optimalisasi potensi wisata, hingga pengelolaan sampah dari rumah tangga.

Pria berusia 44 tahun yang akrab disapa Nanang itu mengatakan, keputusannya untuk maju sebagai bakal calon kepala desa berangkat dari keyakinan bahwa hidup harus memberikan manfaat bagi orang lain.

Menurut dia, jabatan kepala desa bukan sekadar posisi dalam pemerintahan, melainkan amanah untuk melayani masyarakat dan mendorong perubahan yang lebih baik.

“Saya itu punya pegangan. Kita hidup itu kalau sekadar hidup, rasanya hampa. Pepatah orang Jawa bilang, hidup itu harus memberikan manfaat kepada orang lain,” kata Nanang kepada Harian7.com saat menjelaskan alasannya maju dalam pencalonan Kepala Desa Cukilan, Selasa (27/10/2026).

Ia mengatakan, prinsip tersebut sejalan dengan ajaran agama yang diyakininya, yakni bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang memberikan manfaat bagi sesama.

Berangkat dari prinsip itu, Nanang ingin menempatkan nilai religiusitas sebagai salah satu landasan utama dalam membangun desa.

Mengedepankan Religiusitas dan Partisipasi Masyarakat

Nanang mengatakan, visi yang disiapkannya adalah mewujudkan masyarakat yang religius, maju, sejahtera, dan mandiri, dengan pembangunan yang melibatkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Menurut dia, pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah. Keterlibatan masyarakat diperlukan agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki desa.

Dalam mewujudkan visi tersebut, ia berencana mendorong tata kelola pemerintahan desa yang baik atau good governance.

Nanang menilai, kepala desa harus mampu menampung berbagai aspirasi dan keluhan masyarakat, baik yang berkaitan dengan persoalan sosial maupun kebutuhan pelayanan pemerintahan.

Ia juga menilai, penyelesaian persoalan di lingkungan masyarakat perlu mengedepankan dialog dan pendekatan kekeluargaan selama persoalan tersebut memungkinkan diselesaikan melalui mekanisme di tingkat desa.

Namun, pendekatan tersebut tetap harus memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku.

Mengembangkan UMKM dan Potensi Wisata

Selain tata kelola pemerintahan, Nanang menaruh perhatian pada pengembangan potensi ekonomi desa. Ia menilai, UMKM perlu terus didorong agar mampu berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Menurut dia, pengembangan usaha tidak hanya berfokus pada sektor yang sudah berjalan, tetapi juga perlu menggali peluang usaha baru berdasarkan potensi lokal.

Sektor pariwisata juga menjadi salah satu perhatian Nanang. Ia menyebut potensi durian di Desa Cukilan sebagai salah satu aset yang dapat dikembangkan untuk memperkuat daya tarik desa.

Nanang menilai, nama Durian Cukilan telah cukup dikenal di sejumlah kalangan. Potensi tersebut, menurut dia, dapat menjadi modal untuk membangun identitas wisata berbasis produk lokal.

Selain wisata durian, ia juga melihat peluang pengembangan wisata religi melalui kegiatan haul Mbah Wonokusumo.

Menurut Nanang, potensi wisata tersebut perlu dipersiapkan dan dikembangkan secara terarah. Upaya itu, kata dia, dapat dilakukan melalui kerja sama dengan instansi maupun pihak terkait yang memiliki kapasitas dan dukungan untuk mengembangkan sektor pariwisata.

Pengembangan potensi lokal tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik desa, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Pengelolaan Sampah Menjadi Perhatian

Di antara berbagai gagasan yang disiapkannya, Nanang turut menyoroti persoalan sampah yang dinilai semakin penting untuk ditangani di tingkat desa.

Ia menilai, pengelolaan sampah perlu menjadi bagian dari perencanaan pembangunan karena persoalan tersebut berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Menurut dia, penanganan sampah tidak bisa hanya dilakukan setelah masalah membesar. Desa perlu mulai menyiapkan sistem pengelolaan yang terencana, termasuk memilah dan menangani sampah organik maupun plastik yang berasal dari rumah tangga.

Nanang berencana memulai program tersebut secara bertahap. Sebelum diterapkan ke seluruh wilayah desa, pengelolaan sampah akan diuji coba di satu atau dua dusun terlebih dahulu.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menyusun prosedur operasional standar (SOP), mengevaluasi pelaksanaan program, serta mengetahui kendala yang muncul di lapangan.

“Kalau langsung satu desa, mungkin kita belum punya prosedur atau SOP-nya. Nanti dimulai dari satu atau dua dusun dulu. Kalau sudah berjalan, kita tambah lagi. Dengan begitu, tingkat keberhasilannya mungkin lebih tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendataan timbulan sampah di setiap rukun tetangga (RT) dan dusun diperlukan sebagai dasar untuk menentukan kebutuhan serta pola pengelolaan yang sesuai.

Dengan pendekatan bertahap tersebut, Nanang berharap sistem pengelolaan sampah dapat dibangun secara lebih terukur dan berkelanjutan.

Bagi Nanang, pengembangan UMKM, penguatan sektor wisata, perbaikan tata kelola pemerintahan, serta penanganan sampah merupakan bagian dari upaya membangun desa yang lebih maju dan mandiri.

Ia menempatkan partisipasi masyarakat sebagai salah satu unsur penting agar setiap program yang direncanakan dapat berjalan sesuai kebutuhan warga.

Warga Dukung Nanang Maju sebagai Bakal Calon Kades Cukilan

Junedi (53), salah satu warga Dusun Banjaran Cengklik, saat menyampaikan pandangannya mengenai sosok Hermawan Sigit alias Nanang yang maju sebagai bakal calon Kepala Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.

Dukungan terhadap Hermawan Sigit untuk maju sebagai bakal calon Kepala Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, datang dari warga. Nanang dinilai memiliki kepribadian baik dan mampu memberikan pengaruh positif, terutama bagi kalangan pemuda.

Penilaian tersebut disampaikan Junedi (53), warga Dusun Banjaran Cengklik. Menurut dia, Nanang merupakan sosok yang dikenal baik dalam kehidupan bermasyarakat.

Junedi mengatakan, kedekatan Nanang dengan kalangan pemuda dan pemudi menjadi salah satu hal yang membuatnya mendapat penilaian positif dari masyarakat setempat.

“Mas Nanang itu orangnya baik secara personal maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Di wilayah Dusun Banjaran Cengklik dan Desa Cukilan pada umumnya, dia sangat baik dan dihormati teman-temannya, khususnya oleh kalangan pemuda dan pemudi,” kata Junedi.

Ia menambahkan, Nanang juga dinilai memberikan dampak positif bagi para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Akrab di Dusun Banjaran Cengklik.

Menurut Junedi, peran dalam lingkungan sosial menjadi salah satu hal penting bagi seseorang yang ingin mengambil tanggung jawab lebih besar melalui pemerintahan desa.

Warga Berharap Ada Perubahan

Terkait keputusan Nanang mendaftarkan diri sebagai bakal calon kepala desa, Junedi mengaku menyambut baik langkah tersebut.

Ia mengatakan, warga berharap Desa Cukilan memiliki pemimpin yang mampu membawa perubahan dan mendorong kemajuan desa.

“Sebagai warga Dusun Banjaran Cengklik, kami sangat mengharapkan beliau bersedia mencalonkan diri sebagai kepala desa. Secara umum, warga menginginkan seorang kepala desa yang bisa membawa perubahan,” ujarnya.

Junedi mengatakan, harapan tersebut menjadi salah satu alasan warga menyatakan dukungan kepada Nanang.

Ia berharap dukungan masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya mendorong kepemimpinan desa yang mampu mengakomodasi aspirasi warga dan memperhatikan kebutuhan masyarakat.

“Kami sepakat dan bersatu untuk mengusung Mas Nanang menjadi kepala desa terpilih nanti,” kata Junedi.(*)