KABUPATEN SEMARANG | HARIAN7.COM – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di wilayah Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang pihak kecamatan terus mematangkan berbagai persiapan.

Fokus utama diarahkan pada penguatan regulasi, pembinaan perangkat desa, serta pengamanan ketat untuk menjamin seluruh tahapan pesta demokrasi tingkat desa ini berjalan aman, tertib dan berintegritas.

​Camat Pringapus, Slamet Sodiq mengatakan sejumlah langkah strategis dan komitmen pihak kecamatan dalam mengawal jalannya kontestasi politik tersebut.
​
“​Dalam menghadapi seluruh tahapan Pilkades, pihak Kecamatan Pringapus memastikan bahwa kesiapan administrasi dan regulasi telah berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya, kepada Harian7.com, di Kantor Kecamatan Pringapus, Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, Bahwa pihaknya secara aktif melakukan pembinaan intensif kepada panitia pemilihan di tingkat desa serta para perangkat desa. ​Pembinaan ini bertujuan agar seluruh aparatur di tingkat lokal memahami aturan main secara mendalam.

“Sehingga potensi kesalahan prosedur maupun pelanggaran administratif selama tahapan pendaftaran, verifikasi, hingga pemungutan suara dapat diminimalkan sejak dini,” jelasnya.

​Slamet Sodiq menuturkan, bahwa sinergi lintas sektoral bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) yang melibatkan jajaran Polsek dan Koramil Pringapus terus diperkuat.

​”Kami melibatkan unsur Forkopimcam secara aktif di setiap tahapan, mulai dari sosialisasi hingga pengamanan melekat. Kolaborasi ini krusial untuk memastikan seluruh rangkaian Pilkades di Pringapus dapat berjalan lancar, aman, dan tanpa hambatan berarti di lapangan,” ungkapnya.
​
​Terkait netralitas aparatur, lanjut Slamet, demi menciptakan kompetisi yang adil bagi seluruh bakal calon menekankan langkah-langkah preventif yang tegas bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), kepala desa dan perangkat desa di wilayahnya.

​”Saya memberikan imbauan serta melakukan pengawasan ketat agar tidak ada perangkat desa atau unsur ASN yang terlibat politik praktis, memihak salah satu bakal calon, ataupun menyalahgunakan fasilitas desa untuk kepentingan kampanye tertentu,” ujarnya.

Slamet Sodiq menambahkan, Untuk meredam potensi konflik antar pendukung bakal calon kepala desa, pihak kecamatan mengedepankan pendekatan persuasif dan kolaboratif. Bahwa strategi khusus yang diterapkan adalah memberdayakan peran tokoh masyarakat, tokoh agama serta panitia pemilihan di tingkat desa sebagai mediator damai.

“Pendekatan kultural dan komunikasi terbuka terus digencarkan agar para pendukung tetap menjaga sportivitas dan menahan diri dari tindakan provokatif,” imbuhnya.
​
​Slamet Sodiq menyampaikan pesan dan imbauan khusus kepada para bakal calon kepala desa beserta seluruh lapisan masyarakat luas dan berharap momentum Pilkades ini tidak sekadar menjadi ajang perebutan kekuasaan, melainkan sarana persatuan warga.

​”Kami berpesan kepada para bakal calon agar siap menang dan siap kalah dengan cara-cara yang bermartabat. Kepada masyarakat gunakan hak pilih dengan bijak dan harapannya Pilkades di Pringapus ini benar-benar melahirkan pemimpin yang berintegritas, transparan dan murni fokus pada peningkatan kesejahteraan warga desanya,” ucapnya.