Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Dunia musik elektronik kerap identik dengan panggung hiburan malam. Namun, di tangan Agatha Cira, seorang siswi SMP Negeri 2 Salatiga, bakat disc jockey (DJ) justru menjadi jalan untuk meraih prestasi dan mengembangkan kreativitas di usia muda.
Siswi SMP Negeri 2 Salatiga tersebut berhasil mencuri perhatian dalam ajang Jateng Got Talent 2026 yang digelar di The Park Mall Solo Baru, Rabu (9/9/2026). Membawakan penampilan DJ, Agatha berhasil meraih dua penghargaan dalam kompetisi tersebut.
Prestasi itu menjadi langkah awal bagi Agatha untuk menatap tantangan berikutnya. Ia kini tengah mempersiapkan diri mengikuti ajang Putera Puteri Kebudayaan Nusantara 2026 sebagai wakil Jawa Tengah.
Dalam ajang tersebut, Agatha akan mengikuti masa karantina di Jakarta pada 14–19 Oktober 2026 bersama peserta dari seluruh Indonesia. Ia berada di bawah bimbingan Regional Director Habib Farhan.
Bagi Agatha, ajang kebudayaan tersebut bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk mengenal dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia.
“Putera Puteri Kebudayaan Nusantara menjadi wadah bagi generasi muda untuk lebih mengenal, mencintai, dan ikut menjaga kebudayaan Nusantara,” ujar pihak pendamping Agatha.
Selain bidang kebudayaan, Agatha juga akan kembali menunjukkan kemampuannya di dunia DJ. Pada November 2026, ia dijadwalkan mengikuti IDJC 2026 (Indonesia Disc Jockey Championship) tingkat nasional yang berlangsung di Pekanbaru.
Kompetisi tersebut menjadi ajang pembuktian bagi Agatha setelah sebelumnya pada tahun 2025 berhasil masuk delapan besar nasional.
“Tahun ini saya ingin memberikan hasil yang lebih maksimal. Setiap kompetisi menjadi pengalaman untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan,” ujar Agatha.
Perjalanan Agatha tidak lepas dari dukungan sekolah dan keluarga. Kepala SMP Negeri 2 Salatiga, Yati Kurniawati, S.Pd., M.Pd., mengatakan sekolah selalu memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Setiap anak memiliki bakat dan kelebihan masing-masing. Tugas sekolah adalah mendukung dan memfasilitasi agar bakat tersebut bisa berkembang secara positif,” kata Yati.
Menurutnya, prestasi siswa tidak hanya diukur dari bidang akademik, tetapi juga dari kreativitas, seni, olahraga, maupun bidang lain yang mampu membentuk karakter.
Sementara itu, orang tua Agatha, Handrianus HR, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan positif yang dijalani putrinya.
“Kami akan selalu mendukung kegiatan Agatha selama itu positif. Yang terpenting adalah anak bisa berkembang, belajar bertanggung jawab, dan mendapatkan pengalaman berharga,” ujar Handrianus.
Dengan semangat belajar dan dukungan dari sekolah serta keluarga, Agatha Cira kini bersiap menghadapi panggung yang lebih besar. Dari balik meja DJ, ia ingin membuktikan bahwa kreativitas anak muda Salatiga mampu bersaing hingga tingkat nasional.(*)









Tinggalkan Balasan