Laporan : Fera Marita
KABUPATEN SEMARANG, HARIAN7.COM- Dalam masyarakat Jawa khususnya warga Desa Cukil Kec. Tengaran Kab. Semarang, budaya selamatan atau slametan adalah tradisi ritual syukuran dan doa bersama. Tujuannya memohon perlindungan, keselamatan, dan rasa syukur kepada Tuhan.
Selametan sendiri berasal dari kata bahasa Arab salamah yang artinya selamat atau bahagia. Selametan merupakan hasil perpaduan atau akulturasi antara kepercayaan lokal leluhur, Hindu-Buddha, dan ajaran Islam. Selametan menjadi sarana mempererat kerukunan, kebersamaan, dan bentuk sedekah kepada sesama.
Dalam budaya Jawa, selamatan atau slametan memiliki filosofi sebagai tradisi ritual doa bersama masyarakat untuk memohon keselamatan, ketenteraman, dan wujud syukur kepada Tuhan. Tradisi selametan rupanya masih subur berkembang di wilayah Desa Cukil. Sebagai contoh, warga mengajak Satgas TMMD mengadakan ritual selametan saat sumur bor bantuan program TMMD reguler ke 129 Kodim 0714/Salatiga rampung pengerjaannya.
Dilokasi sumur bor, selametan digelar sebagai rasa syukur bahwa kebutuhan air warga RT 5 RW 2 Dusun Cukil akan terpenuhi meski musim kemarau. Selametan juga digelar sebagai permohonan kepada Tuhan akan kehadiran sumur bor tersebut bisa memberikan berkah bagi warga setempat. Lebih dari itu, selametan merupakan salah satu media penyeimbang kosmis, dengan menjaga selarasnya hubungan antara manusia dengan alam, sesama, dan Sang Pencipta. (*)









Tinggalkan Balasan