Reporter : Fera Marita

KABUPATEN SEMARANG,HARIAN7.COM – Kehadiran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Anggaran 2026 di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Selain memperbaiki jalan dan merehabilitasi musala, satgas TMMD juga aktif membaur dan membantu aktivitas ekonomi warga setempat.

Pemandangan humanis ini terlihat saat Pratu Royhan, anggota Satgas TMMD dari Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Yon Arhanud) 15, membantu Sunarti (45).

Warga Dusun Gompyong RT 14/RW 05 Desa Cukil ini sehari-harinya bekerja sebagai pengrajin kotak bandeng.

Tanpa ragu, Pratu Royhan ikut memotong dan memaku papan-papan kayu mini yang menjadi bahan baku wadah ikan tersebut. Namun, ia mengaku sempat kesulitan saat harus menyatukan bagian-bagian kecil kotak kayu tersebut.

“Ternyata tidak semudah kelihatannya,” ungkap Pratu Royhan sembari tersenyum saat mencoba memukul paku di antara papan kecil calon kotak bandeng pada Jumat (17/7/2026).

Sunarti menjelaskan bahwa dalam sehari dirinya mampu memproduksi lebih dari 150 buah kotak bandeng. Kotak-kotak tersebut tidak langsung dijual, melainkan harus dikumpulkan terlebih dahulu dalam jumlah tertentu.”Kalau sudah terkumpul 500 buah, baru kami setorkan ke pengepul. Biasanya mendapat upah Rp85.000,” ujar Sunarti.

Pengalaman langsung ini memberikan kesan mendalam bagi Pratu Royhan. Ia mengaku mendapat pelajaran berharga mengenai kerja keras para pelaku usaha kecil di desa tempatnya bertugas.

“Dari kegiatan TMMD ini, saya banyak belajar tentang perjuangan dan susahnya menjadi seorang pengrajin kecil,” pungkasnya.