Laporan: Fera Marita
KAB.SEMARANG | HARIAN7.COM – Menjadi prajurit bukan berarti berhenti belajar hal baru. Di sela kegiatan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga Tahun Anggaran 2026, seorang anggota Satgas TMMD justru mendapatkan pengalaman baru tentang dunia usaha dari warga.
Adalah Prada Vicky, anggota Satgas TMMD dari kesatuan Brigif TP 43 Muria, yang terlihat serius menyimak arahan Warto (57), seorang pengusaha penggergajian kayu di Dusun Gompyong, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.
Di tempat usaha yang berada tidak jauh dari Posko Induk TMMD tersebut, Prada Vicky mencoba langsung mengoperasikan gergaji mesin untuk memotong batang kayu.
Satu per satu kayu berukuran lebar sekitar 5 sentimeter dipotong menjadi bagian kecil dengan panjang sekitar 20 sentimeter. Potongan kayu itu nantinya digunakan sebagai bahan baku pembuatan kotak keranjang bandeng yang menjadi salah satu usaha warga di Desa Cukil.
“Banyak hal-hal baru yang saya pelajari di sini. Seperti cara memotong kayu, cara mengoperasikan gergaji, termasuk mengetahui jenis kayu yang bagus digunakan,” ungkap Prada Vicky.
Menurutnya, kegiatan TMMD tidak hanya memberikan pengalaman dalam membantu pembangunan desa, tetapi juga membuka kesempatan bagi anggota Satgas untuk mengenal kehidupan dan usaha masyarakat secara langsung.
Selama bertugas di Desa Cukil, Prada Vicky mengaku banyak berinteraksi dengan warga melalui berbagai kegiatan pendampingan. Salah satunya dengan mengunjungi tempat usaha milik Warto yang berada di sekitar Posko Induk TMMD.
“Banyak manfaat lain buat saya selama menjadi Satgas TMMD di Desa Cukil ini. Salah satunya bisa belajar usaha langsung dari pengrajinnya,” pungkasnya.
Program TMMD yang tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, menjadi ruang bagi prajurit untuk memahami potensi ekonomi warga sekaligus menambah wawasan di luar tugas kemiliteran.









Tinggalkan Balasan