Laporan: Fera Marita

KAB.SEMARANG | HARIAN7.COM – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga Tahun Anggaran 2026 tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur. Di balik pengerjaan sasaran fisik, Satgas TMMD juga mendorong penguatan ekonomi warga melalui pendampingan terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Salah satu UMKM yang mendapat perhatian Satgas TMMD adalah usaha pembuatan beglog atau media tanam jamur tiram milik Firman (49), warga RT 5 RW 2 Dusun Cukil, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.

Usaha yang dirintis Firman sejak dua tahun terakhir tersebut kini berkembang menjadi salah satu pemasok utama beglog bagi petani jamur tiram di wilayah Temanggung dan Klaten.

Menariknya, usaha tersebut lahir dari situasi sulit setelah Firman menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Dari keterbatasan itu, ia mencoba membuka peluang baru dengan memanfaatkan limbah serbuk kayu sebagai sumber penghasilan.

Bahan baku berupa serbuk kayu mahoni dan albasia diperoleh dari sisa penggergajian kayu. Bahan tersebut kemudian diolah menjadi media tanam jamur yang memiliki nilai ekonomi.

“Dari serbuk diolah dulu, dicampur katul, kapur dan air. Setelah itu dikemas plastik, selanjutnya disteril menggunakan oven selama empat jam. Setelah steril kita taruh di ruang inkubasi, baru diberi bibit jamur sebanyak satu sendok. Kemudian diinapkan selama dua minggu di ruang inkubasi,” ujar Firman saat menerima kunjungan personel Satgas TMMD, Minggu (26/7/2026).

Dalam sekali pengiriman, Firman mampu memproduksi hingga 2.000 beglog. Produk tersebut baru siap dikirim setelah pertumbuhan jamur mencapai sekitar 20 hingga 50 persen.

Untuk menjaga kualitas produksi, bibit jamur tiram yang digunakan didatangkan langsung dari Cianjur, Jawa Barat.

Kunjungan Satgas TMMD ke tempat usaha Firman menjadi bagian dari kegiatan komunikasi sosial (komsos) untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Pendampingan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari pembangunan jalan maupun fasilitas desa, tetapi juga dari tumbuhnya kemandirian ekonomi warga.

Melalui pendekatan tersebut, TNI berupaya menghadirkan manfaat yang lebih luas, yakni membantu masyarakat menemukan peluang usaha dan memperkuat perekonomian desa.