Laporan: Fera Marita
KAB.SEMARANG | HARIAN7.COM – Butiran kedelai yang terlihat sederhana ternyata menyimpan proses panjang sebelum berubah menjadi tempe berkualitas. Di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, proses itulah yang setiap hari dijalani Ahmad Fauzi, perajin tempe rumahan yang telah bertahan selama satu dekade.
Usaha tempe kedelai milik Ahmad Fauzi di Banjari, Desa Cukil, menjadi salah satu potensi usaha kecil yang mendapat perhatian dalam program TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga Tahun Anggaran 2026.
Program TMMD tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang banyak tumbuh di tengah masyarakat Desa Cukil.
Saat personel Satgas TMMD menyambangi rumah produksi Ahmad Fauzi di RT 18 RW 7, Jumat (31/7/2026), suasana berbeda langsung terlihat. Bukan sedang mengaduk semen atau membawa material bangunan, kali ini prajurit TNI melihat langsung proses pembuatan tempe yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Ahmad saat itu tengah berjibaku dengan proses pencucian kedelai. Butiran kedelai yang sebelumnya telah direndam semalaman dipindahkan ke ember berisi air bersih untuk dicuci berulang kali.
Meski terlihat sederhana, proses tersebut menjadi salah satu tahap penting dalam menentukan kualitas tempe. Kedelai harus benar-benar bersih dari sisa kulit ari, lendir, maupun kotoran sebelum masuk tahap berikutnya.
“Setelah direbus dan direndam semalaman, kedelai menjadi lebih lunak. Saat mencuci harus sambil diremas-remas supaya sisa kulit ari dan lendir yang masih menempel bisa hilang. Setelah itu dibilas beberapa kali sampai benar-benar bersih,” jelas Ahmad kepada Prada Ardi, personel Satgas TMMD.
Menurut Ahmad, kebersihan menjadi faktor utama dalam produksi tempe. Tidak hanya bahan baku, peralatan yang digunakan juga harus selalu dijaga kebersihannya.
“Kalau alat dan kedelai yang digunakan tidak bersih, hasil tempenya bisa kurang bagus. Rasanya bisa berubah menjadi agak asam, dan itu tentu mempengaruhi penjualan,” ungkapnya.
Dari proses mencuci kedelai hingga fermentasi, setiap tahapan membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Hal tersebut menjadi gambaran bahwa usaha kecil masyarakat memiliki perjuangan besar di balik produk yang setiap hari dikonsumsi banyak orang.
Melalui pendampingan TMMD, potensi UMKM seperti usaha tempe milik Ahmad Fauzi diharapkan semakin berkembang dan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat Desa Cukil.









Tinggalkan Balasan