Laporan: Muhamad Nuraeni
GROBOGAN | HARIAN7.COM – Tidak hanya dibina dari sisi keterampilan dan kemandirian, warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi juga terus diperkuat dari sisi spiritual.
Melalui kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Grobogan, Lapas Purwodadi menggelar Sosialisasi dan Pelatihan Rashdul Kiblat bagi santri binaan, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Lapas Purwodadi tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian, khususnya dalam meningkatkan pemahaman keagamaan warga binaan.
Kasubsi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Purwodadi, Hamdani, turut mendampingi kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan Kemenag Grobogan dalam mendukung pembinaan spiritual bagi warga binaan.
Dalam kegiatan itu, perwakilan Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Grobogan, Hilmy Ulil Albab, menjelaskan pentingnya memahami arah kiblat sebagai bagian dari kesempurnaan pelaksanaan ibadah salat.
Menurutnya, pengetahuan mengenai metode penentuan arah kiblat perlu diberikan agar para santri binaan memiliki pemahaman yang sesuai dengan kaidah keagamaan.
Materi dan praktik langsung diberikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Purwodadi, Tasripan dan Kustanto.
Para peserta diperkenalkan dengan konsep Rashdul Kiblat, yaitu metode menentukan arah kiblat dengan memanfaatkan posisi matahari pada waktu tertentu sebagai acuan.
Tak hanya mendengarkan penjelasan, para santri binaan juga diajak melakukan praktik lapangan untuk mengetahui cara menentukan arah kiblat secara tepat.
Suasana kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusias. Para peserta aktif mengikuti setiap tahapan, mulai dari pemaparan materi hingga praktik langsung di lapangan.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Purwodadi berharap warga binaan semakin memahami tata cara penentuan arah kiblat sekaligus meningkatkan kualitas ibadah selama menjalani masa pembinaan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa proses pembinaan di balik tembok pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada perubahan perilaku, tetapi juga membangun nilai spiritual dan karakter positif.
Dengan menggandeng berbagai pihak, Lapas Kelas IIB Purwodadi terus berupaya menghadirkan pembinaan yang menyeluruh sebagai bekal warga binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik.









Tinggalkan Balasan