Laporan: Muhamad Nuraeni

SURABAYA| HARIAN7.COM – Di tengah ribuan pelajar terbaik dari berbagai penjuru Indonesia yang berkumpul di kampus Universitas Negeri Surabaya (UNESA), senyum Razita Azzalea tampak tak lepas dari wajahnya. Siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga itu baru saja menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih medali pada kategori Bahasa Inggris Level 2 (kelas 3–4) dalam Grand Final Nasional OMNAS 15.

Pencapaian tersebut bukan sekadar menambah deretan prestasi pribadi. Razita juga membawa harum nama sekolah dan Kota Salatiga di ajang Olimpiade Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris (OMNAS) yang digelar Emerald Education Centre, sebuah kompetisi nasional yang mempertemukan para peserta terbaik setelah melalui seleksi ketat di tingkat kota hingga provinsi.

Di balik keberhasilan Razita, tersimpan kisah tentang dukungan keluarga yang tak pernah surut. Ia merupakan putri dari advokat asal Salatiga, Adi Utomo, S.H., pimpinan Kantor Hukum ADI Utomo & Partners. Meski disibukkan dengan aktivitas sebagai praktisi hukum, Adi mengaku selalu berupaya menyediakan waktu untuk mendampingi proses belajar putrinya.

Saat ditemui di area kampus UNESA, Adi tak mampu menyembunyikan rasa bangga. Menurutnya, medali yang diraih Razita merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani dengan disiplin dan konsisten.

“Tentu sebagai orang tua kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian luar biasa Razita. Ini adalah buah dari proses belajar yang konsisten, bimbingan dari guru-guru hebat di SD Muhammadiyah Plus Salatiga, serta doa yang tidak pernah putus. Semoga prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi Razita untuk terus belajar dan rendah hati,” ujarnya.

Bagi Adi, pendidikan tetap menjadi prioritas utama di tengah padatnya agenda persidangan. Ia meyakini, perhatian dan pendampingan orang tua menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter sekaligus prestasi anak.

Sementara itu, Razita tampil percaya diri mengenakan hijab ungu dengan medali nasional yang menggantung di lehernya. Raut bahagia terlihat jelas saat ia berbaur bersama para finalis dari berbagai daerah. Momen tersebut menjadi penanda bahwa kerja kerasnya selama berbulan-bulan akhirnya berbuah manis.

OMNAS selama ini dikenal sebagai salah satu kompetisi akademik paling kompetitif bagi pelajar Indonesia. Keberhasilan Razita menembus jajaran peraih medali menunjukkan bahwa pelajar dari Salatiga mampu bersaing dengan peserta terbaik dari seluruh Indonesia.

Prestasi yang diraih Razita pun menjadi inspirasi bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk menorehkan capaian besar. Dengan semangat belajar, dukungan keluarga, dan bimbingan sekolah, langkah kecil seorang siswi SD dari Salatiga kini telah membawa nama daerahnya bersinar di panggung nasional.