Laporan: Tambah Santoso

PATI | HARIAN7.COM – Satpolairud Polresta Pati bersama sejumlah instansi terkait kembali melaksanakan verifikasi dan validasi lapangan barcode (QR Code) MyPertamina untuk penerima solar subsidi bagi nelayan kecil di Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jumat (26/6/2026). Memasuki hari kedua, petugas bahkan harus menggunakan kapal tambangan dan mendatangi kapal nelayan satu per satu demi memastikan tidak ada kapal fiktif yang menikmati BBM bersubsidi.

Kegiatan ini melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati, Pos TNI AL Banyutowo, Pemerintah Kecamatan Dukuhseti, Pemerintah Desa Banyutowo, ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB), serta Satpolairud Polresta Pati. Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran solar subsidi benar-benar tepat sasaran kepada nelayan yang berhak.

Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan, menjelaskan bahwa proses verifikasi dilakukan langsung di lokasi tambat kapal agar seluruh data yang dihimpun sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

“Verifikasi ini merupakan langkah penting untuk memastikan setiap barcode QR Code MyPertamina benar-benar dimiliki nelayan yang aktif melaut dan berhak menerima solar subsidi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, kondisi geografis Banyutowo menjadi tantangan tersendiri. Banyak kapal nelayan tradisional tidak dapat bersandar di dermaga maupun memasuki alur Sungai Alasdowo, sehingga petugas harus menggunakan kapal tambangan untuk menjangkau lokasi tambat kapal.

Setiap kapal didatangi secara langsung. Petugas memotret pemilik bersama kapalnya, melakukan pemeriksaan fisik kapal, sekaligus mencatat titik koordinat GPS guna memastikan seluruh data administrasi sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

“Petugas mendatangi kapal satu per satu. Pemilik kapal difoto bersama kapalnya, dilakukan pemeriksaan fisik, sekaligus pencatatan titik koordinat GPS secara langsung agar data administrasi sesuai dengan kondisi riil di lapangan,” jelas Kompol Hendrik.

Menurutnya, metode jemput bola tersebut menjadi langkah efektif untuk mencegah manipulasi data, termasuk keberadaan kapal fiktif maupun barcode ganda yang berpotensi disalahgunakan dalam pembelian solar subsidi.

“Validasi lapangan menjadi kunci agar tidak ada barcode ganda ataupun penyalahgunaan BBM subsidi. Dengan demikian distribusi solar dapat benar-benar dinikmati nelayan kecil yang membutuhkan,” tegasnya.

Dari total 359 kapal yang terdata di wilayah Banyutowo, hingga hari kedua pelaksanaan verifikasi tercatat sebanyak 104 kapal atau sekitar 29 persen telah selesai diverifikasi dan dinyatakan valid. Sebanyak 199 kapal (55 persen) masih menunggu proses verifikasi, sedangkan 56 kapal (16 persen) telah dicabut atau dibatalkan dari data penerima.

Kompol Hendrik mengapresiasi kerja sama seluruh pihak, terutama para nelayan yang aktif mendukung proses pendataan sehingga verifikasi dapat berjalan lebih cepat dan akurat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh nelayan, pemerintah desa, TNI AL, Dinas Kelautan dan Perikanan serta seluruh pihak yang terlibat. Semakin akurat data yang diperoleh, semakin tepat pula penyaluran solar subsidi kepada nelayan kecil,” pungkasnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Satpolairud Polresta Pati juga mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar mematuhi ketentuan penggunaan BBM subsidi dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan dugaan penyalahgunaan atau penyelewengan solar subsidi.