Laporan: Tambah Santoso

KUDUS | HARIAN7.COM – Kekayaan wisata religi dan sejarah yang dimiliki Kabupaten Kudus terus menarik perhatian wisatawan. Tidak hanya domestik, daya tarik Bumi Sentra Kretek ini juga memikat pelancong mancanegara.

Salah satunya terlihat dari kunjungan Layla Ali, seorang wisatawan asal London, Inggris, yang memilih Kabupaten Kudus sebagai destinasi pertamanya begitu tiba di Indonesia. Bersama rekan-rekannya dari Amerika Serikat, Layla langsung mengunjungi kawasan Menara Kudus dan Makam Sunan Kudus pada Sabtu (20/6/2026).

Kompleks bersejarah Menara Kudus selama ini dikenal sebagai salah satu pusat wisata religi terpenting di Pulau Jawa. Kawasan ini menjadi magnet kuat bagi peziarah maupun wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat jejak penyebaran Islam di Nusantara.

Menara yang dibangun oleh Sunan Kudus (Ja’far Shadiq) pada abad ke-16 tersebut memiliki nilai sejarah yang luar biasa. Dengan arsitektur yang menyerupai candi, menara ini menjadi simbol nyata akulturasi budaya Islam dan Hindu-Jawa sebuah keunikan yang jarang ditemukan di daerah lain.

Selain fisik bangunannya, kawasan ini juga hidup dengan tradisi masyarakat yang kuat. Berbagai agenda tahunan seperti Buka Luwur Sunan Kudus rutin menarik ribuan pengunjung dari berbagai penjuru dunia.

Layla mengaku sengaja memasukkan Indonesia ke dalam daftar perjalanan wisatanya dan merasa beruntung bisa mengawali petualangannya dari Kudus.

“Saya pikir Kudus sangat menghangatkan hati, memberikan pencerahan, dan berbeda dari tempat lain yang pernah saya kunjungi,” ujarnya saat menyambangi taman Menara.

Perempuan keturunan Bangladesh yang menetap di London tersebut menambahkan, pengalaman berziarah di Kudus memberikan kesan yang sangat mendalam. Ia kagum melihat masyarakat setempat yang masih menjaga erat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya bertemu banyak orang yang hangat dan baik. Hari ini saya melakukan ziarah dan melihat masyarakat yang sangat dekat dengan nilai-nilai spiritual. Itu yang membuat Indonesia sangat istimewa bagi saya,” tuturnya.

Tak hanya terpesona oleh destinasi wisatanya, Layla juga memuji habis keramahan masyarakat Indonesia yang ia temui sejak pertama kali menginjakkan kaki di tanah air.

“Orang-orang Indonesia sangat baik dan menyenangkan. Dari pertama datang sampai hari ini, saya hanya memiliki hal-hal positif untuk dikatakan tentang Indonesia,” ungkapnya ramah.

Melihat potensi yang begitu besar, Layla menilai Indonesia sudah sepatutnya dikenal lebih luas oleh dunia internasional. Ia pun mengajak wisatawan global untuk datang dan merasakan sendiri kehangatan Nusantara.

“Saya pikir lebih banyak orang perlu datang ke Indonesia untuk mengenal masyarakatnya, belajar banyak hal, dan merasakan pengalaman yang luar biasa seperti yang saya rasakan sekarang,” tandasnya. (*)