Laporan: Tambah Santoso

KUDUS | HARIAN7.COM – Suasana mencekam menyelimuti kediaman Kastimah (51), warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Rumahnya mendadak didatangi rombongan pria berbadan besar yang diduga merupakan penagih utang (debt collector) pada siang hari. Aksi penagihan tersebut berujung pada keributan, perusakan rumah, hingga ancaman senjata tajam kepada warga sekitar.

Peristiwa menegangkan ini bermula sekitar pukul 11.15 WIB. Kastimah yang saat itu hanya berada di rumah bersama dua cucunya yang masih kecil mengaku sangat ketakutan ketika sembilan orang berbadan besar tiba-tiba mengepung rumahnya.

Rombongan tersebut datang untuk menuntut pelunasan utang modal usaha salon milik anak Kastimah, Yunita Viviana Sari, sebesar Rp 50 juta yang menggunakan skema bagi hasil.

“Saya sama cucu dua kedatangan orang-orang berbadan besar, saya takut. Awalnya sembilan orang, mereka minta tanggung jawab melunasi utang. Terus saya bilang tidak ada uang,” ujar Kastimah saat menceritakan kembali detik-detik kejadian tersebut.

Karena Kastimah menyatakan tidak memiliki uang cash untuk melunasi utang tersebut saat itu juga, para penagih utang lantas menuntut untuk menyita satu unit mobil yang terparkir di rumahnya.

Meskipun Kastimah sudah menjelaskan bahwa kunci kendaraan dibawa oleh anaknya, rombongan tersebut tetap memaksakan kehendak dan mengancam akan membongkar paksa kendaraan tersebut.

Ketegangan yang berlangsung berlarut-larut sejak pukul 11.00 WIB hingga 19.00 WIB tersebut akhirnya memancing perhatian tetangga sekitar.

Situasi makin tidak terkendali ketika warga sekitar berdatangan untuk membantu Kastimah. Bukan mereda, rombongan penagih utang yang jumlahnya bertambah dan diketahui mengendarai empat unit mobil malah merespons tindakan warga dengan intimidasi.

Akibat keributan tersebut, bagian rumah Kastimah mengalami kerusakan cukup parah pada bagian kaca hingga pecah. Tak hanya itu, para pelaku diduga membawa senjata tajam (sajam) dan mengancam warga yang mencoba menghentikan aksi mereka.

“Rumah saya kemudian rusak, kaca pecah. Mereka bawa senjata tajam. Para pelaku juga mengancam warga yang berusaha membantu saya waktu itu,” ungkap Kastimah penuh trauma.

Aksi penagihan utang berujung anarki di Desa Jepang ini kini menjadi perhatian luas masyarakat setempat karena telah menimbulkan ketakutan massal, potensi bahaya dari penggunaan senjata tajam, serta perusakan permukiman warga.