DEPOK | HARIAN7.COM – Dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai terasa nyata di tingkat masyarakat. Tidak hanya para pelaku usaha besar, pedagang kecil dan ibu rumah tangga di Kota Depok juga merasakan imbasnya melalui penurunan omzet dan melonjaknya harga kebutuhan pokok (sembako).
Salah seorang pedagang kelapa parut di Pasar Musi, Kecamatan Sukmajaya, Abi, mengakui adanya penurunan pendapatan yang cukup signifikan. Ia mengungkapkan, kenaikan harga bahan baku tidak diimbangi dengan daya beli masyarakat yang cenderung menurun.
“Omzet tahun ini agak berkurang. Biasanya saya bisa mendapatkan Rp2 juta per hari, sekarang cuma Rp1,5 juta, bahkan kadang hanya Rp1 juta,” keluh Abi, Jumat (5/6/2026).
Abi menjelaskan, ia menjual kelapa parut seharga Rp13.000 per butir dengan modal Rp7.500 per butir. Meski margin keuntungan masih ada, volume penjualan yang turun membuat pendapatan bersihnya menyusut drastis.
Harga Sembako Merangkak Naik
Sementara itu, Lia, seorang ibu rumah tangga di wilayah Depok, mengaku pusing dengan kenaikan harga berbagai komoditas pangan dalam beberapa waktu terakhir. Ia mencatat hampir semua kebutuhan dapur mengalami kenaikan harga yang cukup tajam.
“Cabe keriting yang sebelumnya Rp60.000 per kilogram, sekarang sudah tembus Rp100.000 per kilogram,” ujar Lia.
Kenaikan serupa terjadi pada beras biasa, yang harganya naik dari Rp11.000 menjadi Rp13.000 per liter. Untuk bahan pokok lainnya, Lia mencatat harga tepung ketan satu dus (10 kg) naik dari Rp193.000 menjadi Rp240.000.
Harga minyak goreng juga turut memberikan beban tambahan bagi anggaran belanja rumah tangga. Minyak goreng merek Tropical ukuran 2 liter kini dijual seharga Rp44.000, naik dari sebelumnya Rp38.000. Sementara itu, minyak goreng curah atau merek lain ukuran 1 liter naik dari Rp17.000 menjadi Rp20.000.
Komoditas pelengkap seperti daun bawang juga tercatat naik dari Rp13.000 menjadi Rp15.000 per ikat.
“Semua kebutuhan mulai merangkak naik. Kami harus lebih hemat dan pintar-pintar mengatur pengeluaran agar dapur tetap ngebul,” tambah Lia.
Dirinya berharap ada solusi dari pemerintah agar semua kebutuhan pokok dapat kembali normal sehingga masyarakat tidak lagi terbebani dengan harga-harga yang melonjak terlalu tinggi.









Tinggalkan Balasan