Laporan: Tambah Santoso

KUDUS | HARIAN7.COM – Tepuk tangan riuh bercampur suasana haru mewarnai halaman SMP Negeri 2 Gebog, Kabupaten Kudus, Sabtu (16/5/2026). Sebanyak 287 siswa kelas IX resmi dilepas dan dikembalikan kepada orang tua dalam prosesi sederhana namun penuh makna.

Di bawah tenda sekolah, para siswa tampil percaya diri menampilkan tari kreasi yang disiapkan khusus untuk momen perpisahan. Sementara di deretan kursi tamu, sejumlah orang tua tampak sibuk mengabadikan momen terakhir anak-anak mereka mengenakan seragam putih biru.

Acara pelepasan yang diikuti sembilan kelas itu menjadi penanda berakhirnya perjalanan tiga tahun para siswa di bangku SMP.

Kepala SMPN 2 Gebog Kudus, Ahadi Setiawan, mengatakan prosesi pelepasan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk penyerahan kembali tanggung jawab pendidikan kepada orang tua setelah masa pembelajaran kelas IX selesai.

“Untuk kelas sembilan ini kan sudah tidak ada pelajaran. Maka dari itu kami serahkan kembali kepada orang tuanya melalui acara pelepasan siswa ini,” ujar Ahadi di sela kegiatan.

Meski pengumuman kelulusan resmi baru akan dirilis pemerintah pada Juni mendatang, pihak sekolah mengaku optimistis seluruh siswa mampu menuntaskan pendidikan dengan hasil maksimal.

“Kami sangat optimistis kalau anak-anak didik tahun ini bisa lulus semua,” katanya sambil tersenyum.

Optimisme itu bukan tanpa alasan. Menurut Ahadi, capaian akademik maupun kedisiplinan siswa selama proses belajar menunjukkan perkembangan positif.

Namun di balik kebahagiaan pelepasan, tersimpan pesan penting dari pihak sekolah. Ahadi berharap para siswa tidak berhenti belajar setelah lulus SMP. Ia mendorong seluruh alumni melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, baik di sekolah negeri maupun swasta.

“Kami berharap anak-anak didik kelas 9 ini bisa melanjutkan ke jenjang sekolah berikutnya. Pendidikan adalah modal utama masa depan mereka,” tegasnya.

Bagi sebagian siswa, pelepasan itu menjadi hari terakhir berkumpul lengkap bersama teman sekelas sebelum melanjutkan perjalanan masing-masing. Ada yang tertawa saat sesi foto bersama, ada pula yang diam-diam menyeka air mata ketika lagu perpisahan diputar.

Di tengah kesederhanaan acara, SMPN 2 Gebog menunjukkan bahwa momen kelulusan tidak selalu harus mewah. Kebersamaan, doa orang tua, dan harapan untuk masa depan justru menjadi inti paling berharga dalam perpisahan itu.