Koordinator Perkumpulan Pekerja Terminal Bawen (PPTB), Tilik Jumiyat, mengatakan omzet para pedagang turun signifikan sejak akses masuk mulai ditutup.

Menurut dia, banyak penumpang kini memilih turun di luar terminal karena akses menuju Gedung B dianggap semakin sulit dijangkau.

“Kalau penumpang berkurang, otomatis pedagang dan agen tiket ikut terdampak. Sekarang kondisinya jauh lebih sepi,” ujarnya.

Para pedagang juga mengaku tidak mendapatkan sosialisasi yang cukup sebelum kebijakan uji coba penutupan akses diberlakukan. Mereka berharap pengelola terminal kembali membuka jalur masuk agar aktivitas ekonomi di kawasan terminal dapat kembali hidup.