HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Hingga Kuartal I 2026, Pemprov Jateng Rampungkan 281.312 Unit Rumah untuk Warga Miskin

Laporan : Shodiq

SEMARANG,HARIAN7.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menunjukkan akselerasi nyata dalam menangani masalah kekurangan perumahan (backlog). Hingga triwulan I 2026, tercatat sebanyak 281.312 unit rumah bagi warga miskin berhasil dibangun melalui kolaborasi berbagai sektor.

Realisasi tersebut merupakan akumulasi pembangunan sepanjang tahun 2025 sebanyak 274.514 unit, ditambah pembangunan pada awal 2026 sebanyak 6.798 unit. Sumber pendanaan berasal dari sinergi APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten/Kota, Baznas, CSR, hingga swadaya masyarakat.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jateng, Boedyo Dharmawan, menjelaskan bahwa upaya ini berhasil menekan angka backlog secara signifikan.

Baca Juga:  Borobudur, Kopeng, dan Rawa Pening Bakal Disatukan dalam Aglomerasi Wisata

“Pada akhir 2025, backlog tercatat sekitar 1,33 juta unit. Lewat upaya kolaboratif ini, per awal 2026 angka tersebut turun menjadi 1,05 juta unit,” ujar Boedyo di Semarang, Rabu (6/5/2026).

Boedyo menambahkan, fokus penanganan mencakup dua aspek utama: penyediaan hunian baru bagi warga yang belum memiliki rumah dan peningkatan kualitas melalui renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Seluruh penerima manfaat telah melalui verifikasi ketat berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Baca Juga:  DPC Peradi Cilacap Laporkan Perempuan Warga Majenang Atas Dugaan Pelanggaran UU ITE

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan program ini adalah bentuk kehadiran negara dalam menjamin keadilan sosial.

Menurutnya, hunian layak adalah fondasi utama bagi masyarakat untuk hidup lebih produktif dan sejahtera.

“Kami akan terus memperkuat kolaborasi agar target penurunan backlog tuntas dalam empat tahun ke depan. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi upaya menghadirkan kehidupan yang lebih bermartabat bagi warga,” kata Ahmad Luthfi.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh Subali, warga Desa Sirnoboyo, Wonogiri. Sebagai penjual bakso bakar keliling, ia mengaku tak pernah bermimpi bisa memiliki rumah sendiri setelah sekian lama menumpang.

Baca Juga:  Libur Panjang Idul Adha, Polres Nganjuk Maksimalkan Patroli SREG di Titik Rawan

“Dulu tidak kepikiran bisa punya rumah. Sekarang jauh lebih nyaman, anak-anak juga jadi lebih semangat belajar,” ungkap Subali haru.

Senada dengan Subali, Sumar, seorang buruh tani asal Giriwoyo, juga bersyukur rumah kayunya kini telah bersalin rupa menjadi bangunan tembok yang kokoh melalui bantuan RTLH.

“Ingin memperbaiki rumah tapi biaya tidak ada. Alhamdulillah, sekarang atap sudah bagus dan bangunan kuat. Saya jadi lebih tenang bekerja,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!