Laporan: Tambah Santoso
KUDUS | HARIAN7.COM – Di lereng sejuk Gunung Muria, aroma singkong kukus dan tumisan daun pakis dari dapur tradisional perlahan menggoda siapa saja yang melintas. Di sinilah Warung Putra Pandowo milik Sutrisno berdiri sederhana, namun diam-diam menjelma menjadi magnet kuliner tradisional di Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.
Warung ini bukan sekadar tempat makan. Di tengah gempuran makanan modern dan kafe kekinian, Warung Putra Pandowo justru mempertahankan cita rasa lawas khas pegunungan Muria yang kini mulai sulit ditemukan.
Menu yang paling banyak diburu pengunjung adalah getuk nyimut, olahan singkong hangat dengan balutan kelapa parut yang menghadirkan perpaduan manis dan gurih khas pedesaan. Sajian sederhana itu justru menjadi daya tarik utama karena rasa otentiknya tetap dipertahankan.
Selain itu, ada pula pecel pakis, oseng pakis, nasi sambal teri hingga cobet jowo yang disajikan dengan nuansa rumahan. Daun pakis yang digunakan dipetik langsung dari kawasan pegunungan Muria sehingga kesegarannya masih sangat terasa saat disantap.
“Alhamdulillah, usaha ini sudah berjalan lima tahun. Kami ingin makanan khas Muria seperti getuk nyimut dan tumis daun pakis ini tetap dikenal luas oleh masyarakat,” ujar Sutrisno, Minggu (17/5/2026).
Suasana warung menjadi nilai tambah yang sulit ditolak. Gazebo kayu bernuansa Jawa berdiri di tengah udara pegunungan yang dingin. Asap tipis dari dapur tradisional berpadu dengan semilir angin Muria menciptakan pengalaman makan yang terasa menenangkan.
Tak sedikit pengunjung datang bukan hanya untuk berburu kuliner, tetapi juga mencari suasana alami jauh dari hiruk-pikuk kota.
Andre, pengunjung asal Blora, mengaku selalu menyempatkan mampir saat berada di kawasan Muria. Menu tumis pakis disebutnya memiliki cita rasa khas yang sulit ditemukan di tempat lain.
“Suka sekali datang ke sini. Udaranya segar, dan menu kesukaan saya itu tumis daun pakisnya, rasanya khas sekali,” ungkapnya.
Dengan harga yang tetap ramah di kantong, Warung Putra Pandowo kini menjadi salah satu tujuan kuliner favorit di kawasan Muria. Dari getuk nyimut hingga oseng pakis, warung sederhana ini membuktikan bahwa masakan tradisional masih punya tempat istimewa di hati penikmat kuliner.









Tinggalkan Balasan