HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Temuan di RS Bunda Thamrin, Menaker Tekankan Pentingnya Penempatan Magang Sesuai Kompetensi

Laporan: Muhamad Nuraeni

MEDAN | HARIAN7.COM – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyoroti masih adanya ketidaksesuaian antara latar belakang pendidikan peserta dengan penugasan dalam program magang. Ia menilai kondisi ini berpotensi menghambat optimalisasi pembelajaran dan penguatan kompetensi peserta.

Penegasan itu disampaikan Yassierli saat meninjau pelaksanaan Magang Nasional 2025 di RS Bunda Thamrin, Rabu (22/4/2026). Dalam kunjungannya, ia menemukan sejumlah peserta magang lulusan sarjana yang belum mendapatkan tugas sesuai dengan tingkat pendidikannya.

Baca Juga:  Naik Pangkat di Lapas Purwodadi, Empat Pegawai Diingatkan Jangan Tunggu Ditegur

Menurut dia, peserta dengan jenjang S1 seharusnya diberikan tanggung jawab yang lebih mencerminkan kapasitas akademik dan kompetensi yang dimiliki. “Untuk lulusan S1, sebaiknya dapat diberikan tugas yang lebih menggambarkan tingkat pendidikannya,” ujar Yassierli.

Ia pun meminta pihak manajemen rumah sakit agar lebih aktif memfasilitasi proses pembelajaran peserta magang. Penempatan yang tepat dinilai penting agar pengalaman yang diperoleh selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

Baca Juga:  Api Mengamuk di Kilang Dumai, Tim Darurat Bergerak Cepat

Di sisi lain, Yassierli juga mengingatkan peserta magang untuk memanfaatkan program tersebut secara maksimal. Ia menekankan pentingnya sikap disiplin, tanggung jawab, serta keseriusan selama menjalani masa magang sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Program Magang Nasional 2025 di rumah sakit tersebut diikuti 48 peserta dari batch 2 dan batch 3. Mereka tersebar di berbagai unit layanan, meliputi 27 perawat, 13 teknisi listrik dan AC, serta 8 resepsionis.

Baca Juga:  Wujud Syukur Atas Anugerah Kemerdekaan, Pemerintah Rilis Uang Edisi Khusus Dalam Bentuk Uang Kertas Rp 75 Ribu

Sejumlah peserta bahkan dilaporkan telah menerima tawaran kerja dari pihak manajemen rumah sakit. Hal ini dinilai menjadi indikator bahwa program magang dapat membuka peluang kerja sekaligus meningkatkan kesiapan tenaga kerja muda.

Yassierli berharap, program magang ke depan dapat semakin efektif dalam meningkatkan keterampilan dan pengalaman kerja peserta, sekaligus menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!