HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Senior HMI La Ca Muhammad: MBG Jadi Motor Ekonomi Daerah

Jurnalis : Ilham

JAKARTA | HARIAN7.COM – Indonesia memasuki babak baru dalam ketahanan pangan nasional. Keberhasilan mencapai swasembada beras berkelanjutan di awal tahun 2026, kini diperkuat dengan hilirisasi konsumsi melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan instrumen strategis untuk memastikan hasil bumi petani terserap sekaligus menciptakan generasi yang sehat.

Ketua Bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan Majelis Nasional KAHMI, Laca Muhammad menyampaikan, bahwa adanya program MBG menjadikan petani lokal lebih mudah menjual hasil panennya ke SPPG terdekat.

“Saat Ini, produksi beras nasional surplus 2,4 juta ton pada musim tanam pertama, kelebihan tersebut dapat diserap secara efektif dengan adanya progam MBG Presiden prabowo,” tuturnya, Rabu (22/04/2026).

Baca Juga:  Polsek Kawasan Pelabuhan Cilacap Selesaikan Kasus Kehilangan Dompet Melalui Mediasi Problem Solving

Laca Muhammad Menyebut, bahwa MBG hadir dalam waktu yang tepat, karena surplus beras bisa diserap secara maksimal di dalam negeri, sehingga petani menjadi lebih sejahtera.

Seperti yang dialami oleh pak Sumarno seorang petani padi dari Bojonegoro, Jawa Timur, setelah menandatangani kontrak kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Bojonegoro, memiliki kepastian pasar untuk 1,5 ton beras per bulan dengan harga yang stabil di atas HPP (Harga Pembelian Pemerintah). Pendapatan bersihnya meningkat sebesar 22%.

Baca Juga:  Pengamat Puji Gerak Cepat Menteri ESDM Bahlil Percepat Pemerataan Aliran Listrik di Desa: Visioner, Totalitas Kerja Nyata untuk Rakyat

Terciptanya Lapangan Kerja

Adanya program MBG juga menyerap banyak sekali tenaga kerja dan mempunyai dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar. Terhitung per april 2026 terdapat 25 ribu SPPG yang sudah beroperasi.

“Secara nasional, program MBG telah menyerap 1,2 juta tenaga kerja,” kata Laca Muhammad

Pengurangan beban ekonomi

Keluarga di kelas ekonomi menengah ke bawah mampu menghemat pengeluaran pangan harian sebesar 10-15%. Kehadiran siswa juga naik sebesar 4,5% di sekolah-sekolah penerima MBG, terutama di daerah dengan indeks kerawanan pangan tinggi.

Baca Juga:  Diduga Diintimidasi 'Mantri' Bank, Seorang Ibu Sedang Hamil Tua Alami Shock

“Makan Bergizi Gratis sudah memberikan dampak nyata terhadap ekonomi, ketahanan pangan dan pemenuhan gizi bagi 18,2 juta siswa penerima manfaat, angka tersebut masih akan bertambah lagi nanti. Dukungan masyarakat sangat diperlukan untuk sama-sama memastikan keberlanjutan dan kesuksesan program tersebut”. kata Laca Muhammad secara tegas.

MBG bukan hanya sekedar Makan Bergizi Gratis saja, namun mesin penggerak ekonomi lokal. MBG juga membuktikan bahwa swasembada beras adalah kunci ketahanan bangsa yang nyata. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!