HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Sekolah Tak Sekadar Tempat Belajar, Kemendikdasmen Dorong Ruang Aman yang Memuliakan Murid

DEPOK | HARIAN7.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pentingnya menghadirkan sekolah sebagai ruang yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang murid secara menyeluruh.

Penegasan itu disampaikan dalam webinar “Sosialisasi dan Diskusi Panduan Penerapan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Sekolah” yang digelar Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), Kamis (16/4/2026).

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan bahwa visi pendidikan bermutu untuk semua hanya dapat terwujud jika setiap anak mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan berkualitas.

“Setiap murid Indonesia, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas,” ujar Suharti.

Ia menekankan, paradigma sekolah perlu bergeser dari sekadar tempat menyelesaikan persoalan menjadi ruang yang secara aktif menumbuhkan nilai dan karakter anak. Menurut dia, kebijakan ini berfokus pada empat aspek utama, yakni pemenuhan kebutuhan spiritual, perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis dan sosiokultural, serta keadaban dan keamanan digital.

Baca Juga:  Bareskrim Polri Tetapkan Ambroncius Nababan Sebagai Tersangka

“Perwujudan budaya sekolah aman dan nyaman bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Semua harus bergerak bersama,” kata dia.

Staf Khusus Menteri Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T, Rita Pranawati, menambahkan bahwa kebijakan tersebut dibangun di atas sembilan asas, antara lain humanis, partisipatif, non-diskriminatif, inklusif, serta berkeadilan gender.

Menurut Rita, prinsip-prinsip tersebut harus diterapkan dalam keseharian di sekolah, bukan sekadar konsep normatif. Ia juga mendorong keterlibatan aktif murid dalam membangun ekosistem sekolah yang sehat.

“Murid perlu dilibatkan, mulai dari penyusunan aturan hingga forum komunikasi antar teman. Mereka juga bisa menjadi tutor sebaya melalui gerakan Rukun Sama Teman,” ujarnya.

Baca Juga:  Dusun Semilir dan Lubang Perizinan yang Terbuka, DPU Kabupaten Semarang Tegaskan Tak Pernah Rekomendasikan PBG dan SLF

Sementara itu, Kepala Puspeka Rusprita Putri Utami menekankan pentingnya langkah konkret di tingkat satuan pendidikan, terutama dalam mendeteksi potensi risiko sejak dini.

“Sekolah perlu memetakan titik rawan dan mengenali karakteristik murid agar persoalan dapat diantisipasi sebelum berkembang,” kata Rusprita.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya keteladanan dari guru dan tenaga kependidikan sebagai fondasi dalam membangun budaya positif di sekolah.

Praktik penerapan budaya sekolah aman dan nyaman turut dibagikan Kepala SD Islam Al-Alaq, Zulfa Maulidah. Ia menyebut, sekolahnya memulai aktivitas dengan kegiatan spiritual dan refleksi diri, serta menanamkan nilai kepedulian sosial tanpa membedakan latar belakang murid.

Baca Juga:  Soal Polemik Aturan Penjualan LPG 3 Kg, Pemkot Salatiga Imbau Warga Beli di Pangkalan Resmi, Harga Lebih Murah

Selain itu, perlindungan fisik dan psikologis diperkuat melalui penyediaan zona aman, simulasi kebencanaan, serta deteksi dini berbasis kedekatan antara guru dan murid.

“Guru aktif membangun komunikasi dan menciptakan suasana kelas yang inklusif serta suportif,” ujarnya.

Sekolah tersebut juga menerapkan aturan penggunaan teknologi melalui kesepakatan kelas digital, serta penanganan pelanggaran secara bertahap dengan melibatkan orang tua.

Menurut Zulfa, sekolah ideal bukan hanya yang menghasilkan murid cerdas, tetapi juga mampu menciptakan rasa aman dan penghargaan bagi setiap individu.

“Sekolah impian adalah tempat semua orang merasa aman, dihargai, dan bertumbuh,” katanya.

Upaya ini diharapkan dapat memperkuat budaya sekolah aman dan nyaman di seluruh Indonesia, sekaligus memastikan pendidikan yang benar-benar berpihak pada murid.(SP/DIN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Berita Lainya

Tutup
error: Content is protected !!