HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

“Ruang Aman” di Balik Jeruji: Rutan Jepara Hadirkan Konseling Psikologis untuk Tahanan Anak

Laporan: Tambah Santoso

JEPARA | HARIAN7.COM – Suasana berbeda tampak di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara pada Jumat (24/4/2026). Di balik jeruji, sekelompok tahanan anak mengikuti sesi konseling yang dirancang bukan sebagai bentuk hukuman, melainkan ruang aman untuk memulihkan kondisi psikologis mereka.

Program ini terselenggara melalui kolaborasi antara pihak rutan dan peserta magang dari kalangan akademisi. Fokusnya jelas: memperkuat pembinaan kepribadian berbasis kesehatan mental bagi warga binaan usia muda.

Kegiatan diawali dengan psikoedukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan emosional. Dalam sesi ini, peserta magang menekankan bahwa konseling merupakan sarana untuk mengekspresikan perasaan tanpa rasa takut dihakimi.

Baca Juga:  Meresahkan Warga, Enam Anak Punk di Bukateja Diberi Pembinaan Polisi

Memasuki sesi inti, para tahanan anak mengikuti konseling kelompok yang berlangsung interaktif. Mereka diajak mengungkapkan pengalaman selama menjalani masa pembinaan, mempelajari teknik sederhana untuk mengelola kecemasan, serta membangun optimisme dalam menatap masa depan setelah bebas nanti.

Pendekatan yang digunakan dibuat santai namun tetap terarah. Tujuannya agar para peserta merasa didengar dan divalidasi secara emosional, hal yang dinilai penting untuk mencegah munculnya perilaku negatif sekaligus membantu adaptasi yang lebih sehat di lingkungan rutan.

Baca Juga:  Bupati Cup 2025 Panaskan Lapangan Tenis Boyolali, Hadiah Rp 33 Juta Diperebutkan

Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa pembinaan bagi tahanan anak membutuhkan pendekatan yang lebih humanis dan menyentuh aspek psikologis.

“Pendekatan pembinaan berbasis psikologis sangat diperlukan, khususnya bagi tahanan anak. Kami ingin proses pembinaan tidak hanya berfokus pada kedisiplinan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan perkembangan kepribadian mereka,” ujar Renza.

Baca Juga:  Bupati Ponorogo Terjaring OTT KPK, Operasi Senyap di Ujung Pekan Mengguncang Kota Reog

Kegiatan berlangsung tertib dan kondusif, ditutup dengan sesi refleksi bersama. Suasana hangat terlihat saat gelak tawa dan semangat para peserta mengiringi motivasi penutup yang diberikan oleh tim magang.

Melalui program konseling yang dilakukan secara rutin, diharapkan para tahanan anak dapat memiliki kesadaran diri yang lebih baik, sehingga saat kembali ke masyarakat, mereka hadir dengan mental yang lebih kuat dan kemampuan adaptasi yang lebih matang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!