Polisi Ajak Siswa SMK Muhammadiyah Salatiga Lawan Tren Konten Tawuran di Medsos
Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Fenomena konten tawuran di media sosial menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Menyasar kalangan pelajar, Polsek Sidorejo Polres Salatiga menggelar pembinaan dan sosialisasi di SMK Muhammadiyah Salatiga, Senin (20/4/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 150 siswa kelas X itu dipimpin langsung Kapolsek Sidorejo, Sarwoko, didampingi Kepala Sekolah Suryono serta jajaran Bhabinkamtibmas.
Dalam pembinaan tersebut, polisi menekankan sejumlah hal krusial, mulai dari larangan membuat konten tawuran di media sosial, menolak ajakan kekerasan, hingga tidak terlibat balap liar dan penggunaan knalpot brong. Siswa juga diarahkan memanfaatkan layanan Call Center 110 Polres Salatiga sebagai sarana pelaporan cepat.
Sarwoko menegaskan, perkembangan teknologi harus disikapi secara bijak oleh generasi muda.
“Jangan sampai media sosial justru digunakan untuk membuat konten negatif seperti tawuran settingan atau ajakan kekerasan. Selain meresahkan masyarakat, hal tersebut juga dapat berimplikasi hukum dan merusak masa depan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahaya balap liar yang kerap dianggap ajang uji keberanian.
“Balap liar itu bukan adu nyali, tetapi mempertaruhkan nyawa. Begitu juga knalpot brong yang mengganggu ketenangan masyarakat. Kami harap siswa bisa menjadi pelopor tertib berlalu lintas,” kata dia.
Sebagai langkah lanjutan, Polsek Sidorejo berencana membentuk “Duta Kedisiplinan” di lingkungan sekolah. Program ini akan melibatkan 10 siswa terpilih sebagai agen perubahan yang berperan menjadi teladan sekaligus penggerak disiplin.
Kepala sekolah Suryono menyambut baik inisiatif tersebut. Menurut dia, pembinaan dari kepolisian menjadi upaya penting dalam membentuk karakter siswa.
“Kami mengapresiasi kepedulian Polsek Sidorejo. Harapannya, kegiatan ini mampu membentuk disiplin dan menjauhkan siswa dari pelanggaran hukum,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami risiko perilaku menyimpang, tetapi juga berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah maupun masyarakat.













Tinggalkan Balasan