HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Dua Bocah Tewas di Jepara, Kecelakaan Libatkan Truk Tangki dan Motor Tanpa Pelat

Laporan: Tambah Santoso

JEPARA | HARIAN7.COM – Kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa dua remaja terjadi di kawasan Hutan Sono, Desa Jlegong, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Minggu (19/4/2026). Insiden ini menyoroti lemahnya pengawasan terhadap anak di bawah umur dalam penggunaan kendaraan bermotor.

Peristiwa nahas tersebut melibatkan sepeda motor Honda Beat tanpa nomor polisi dan sebuah truk tronton tangki. Dua remaja berinisial K (13) dan M (12), warga Kecamatan Donorojo, dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Baca Juga:  Bentrok di Depan Konsulat AS Karachi: 9 Tewas, Puluhan Luka dalam Aksi Protes Kematian Khamenei

Kapolsek Keling AKP Suyitno menjelaskan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan bermula saat sepeda motor yang dikendarai K melaju dari arah barat dan berusaha mendahului truk tronton tangki.

“Diduga pengendara motor terkejut saat dari arah berlawanan muncul truk dump, sehingga kehilangan kendali dan terjatuh ke kolong truk tronton,” ujar Suyitno.

Baca Juga:  School of Life Lebah Putih Salatiga Akan Gelar Festival Pasar Karya Raya, Menggugah Jiwa Wirausaha Sejak Dini, Belajar Berniaga dan Berkarya, Catat Tanggalnya!

Sepeda motor tersebut kemudian masuk ke bawah kendaraan berat yang dikemudikan S (45), warga Gresik. Benturan tidak terhindarkan, menyebabkan kedua korban mengalami luka fatal.

Mendapat laporan warga sekitar pukul 11.30 WIB, jajaran Polsek Keling langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi korban dan pengamanan arus lalu lintas guna mencegah kemacetan.

Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga:  Dewan Kehormatan & Pengurus PMI Cilacap Masa Bakti 2026-2031 Resmi Dilantik

Suyitno menegaskan, peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi orangtua agar tidak memberikan akses kendaraan bermotor kepada anak di bawah umur.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Kami mengimbau kepada para orangtua agar lebih ketat dalam mengawasi anak-anaknya. Keselamatan jauh lebih penting daripada kemudahan,” katanya.

Kasus kecelakaan tersebut kini ditangani lebih lanjut oleh jajaran kepolisian setempat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!