HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Lampaui Target Nasional, Jateng Perkuat Sinergi BPJS Kesehatan demi Layanan Inklusif

Laporan: Shodiq

SEMARANG,HARIAN7.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus mengakselerasi kualitas layanan kesehatan melalui penguatan sinergi dengan BPJS Kesehatan. Langkah strategis ini bertujuan memastikan pelayanan dasar kesehatan bagi seluruh masyarakat berjalan optimal, merata, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam audiensi antara Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan, Sutopo Patria Jati, dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Semarang, Jumat (10/4/2026).

Pertemuan ini menyoroti capaian Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Jawa Tengah yang kini telah menjangkau 98,81 persen penduduk per 1 April 2026.

Baca Juga:  Ratusan Orang FMS Gelar Aksi Damai Uighur

Angka tersebut berhasil melampaui target nasional sebesar 98,6 persen. Meski secara cakupan sangat tinggi, tingkat keaktifan peserta saat ini berada di angka 73,16 persen. Pemerintah kini fokus mendorong angka keaktifan tersebut agar memenuhi target nasional sebesar 80 persen.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan Pemprov Jateng, terutama dalam menjaga kelancaran iuran bagi kelompok tertentu. Hal ini sangat krusial bagi keberlanjutan program JKN,” ujar Sutopo Patria Jati.

Baca Juga:  Enam Organisasi Mahasiswa Geruduk Rumdin Gubernur Jateng, Begini Jelasnya....

Merespons hal tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pelayanan kesehatan dasar tetap menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah. Ia menginstruksikan agar alokasi anggaran benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat bawah.

“Prioritas anggaran harus diarahkan pada layanan dasar yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Luthfi.

Selain penguatan anggaran, Pemprov Jateng juga menggencarkan layanan promotif dan preventif untuk menekan angka kesakitan.

Salah satu program unggulan yang terus didorong adalah Dokter Spesialis Keliling (Speling) untuk menjangkau wilayah terpencil. Luthfi berharap program Speling dapat terintegrasi penuh dengan BPJS Kesehatan agar cakupannya lebih luas.

Baca Juga:  Trinovi Khairani Sitorus : Bantu Kursi Roda untuk Ustad Alamsyah yang Derita Stroke

Senada dengan Gubernur, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Irma, menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama. Ke depan, sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan fasilitas kesehatan akan terus diperketat demi menghadirkan layanan yang lebih berkualitas dan inklusif bagi seluruh lapisan warga Jateng.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Berita Lainya

Tutup
error: Content is protected !!