Laporan: Wahono | Kabiro Kedu
WONOSOBO | HARIAN7.COM – Siapa bilang main game cuma bikin lupa waktu? Di Wonosobo, deretan pemain yang biasanya sibuk berburu “booyah” dan “winner winner chicken dinner” justru naik panggung menerima trofi dari Kapolres.
Momentum itu terjadi dalam Turnamen Esport Kapolres Cup 2026 yang digelar Polres Wonosobo dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Selama dua hari, puluhan tim Free Fire dan PUBG Mobile bertarung bukan demi gengsi semata, tetapi juga membuktikan bahwa dunia game bisa melahirkan prestasi nyata.
Sebanyak 28 tim ambil bagian dalam turnamen tersebut. Masing-masing 14 tim bertarung di divisi PUBG Mobile dan Free Fire pada babak penyisihan yang digelar secara offline, Jumat (5/6/2026).
Persaingan langsung panas sejak ronde awal. Strategi matang, refleks cepat, hingga kerja sama tim menjadi penentu siapa yang layak melangkah ke babak final.
Dari medan tempur virtual itu, enam tim terbaik di masing-masing divisi berhasil mengamankan tiket menuju partai puncak. Untuk PUBG Mobile, tim NST, NANDA, OC, Squad Binatang, Starlight Princes, dan Wong Sepuh berhasil lolos. Sedangkan di Free Fire, War Oke, Full Kenyot, Wilsack Angker, Power Poke, Ayam Ayaman, dan RGK menjadi penghuni babak final.
Puncak kompetisi berlangsung di Ruang EDL Polres Wonosobo, Sabtu (6/6/2026). Suasana yang biasanya identik dengan kegiatan kepolisian mendadak berubah menjadi arena esport yang penuh sorak, ketegangan, dan adrenalin.
Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, hadir langsung membuka pertandingan final. Bersama jajaran pejabat utama, Disdikpora, KONI, hingga perwakilan Esports Indonesia (ESI), ia menunjukkan bahwa esport kini bukan lagi sekadar hiburan, melainkan cabang olahraga yang layak mendapat perhatian serius.
“Melalui Kapolres Cup 2026 ini, kami ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkompetisi secara sehat, menunjukkan kemampuan terbaiknya, dan meraih prestasi,” kata Kapolres.
Menurutnya, perkembangan esport saat ini sangat pesat dan membuka peluang besar bagi anak-anak muda untuk berprestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional.
Yang menarik, para juara tak hanya membawa pulang trofi dan hadiah. Mereka juga mendapatkan piagam penghargaan yang dapat menjadi bukti prestasi untuk mendukung jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Di arena Free Fire, tim Wilsack Angker tampil ganas bak bos terakhir dalam game. Mereka sukses mengumpulkan 68 poin dan merebut gelar juara pertama. Posisi runner-up ditempati Ayam Ayaman dengan 49 poin, sedangkan War Oke mengunci posisi ketiga dengan 44 poin.
Sementara di divisi PUBG Mobile, Squad Binatang benar-benar menunjukkan taringnya. Tim ini keluar sebagai juara dengan raihan 41 poin. NST membuntuti di posisi kedua dengan 36 poin, sedangkan Wong Sepuh harus puas di posisi ketiga dengan poin yang sama berdasarkan klasemen akhir.
Usai laga berakhir, para pemenang naik ke podium menerima trofi, piagam, dan hadiah dari Kapolres Wonosobo bersama tamu undangan. Momen itu menjadi bukti bahwa dari sebuah permainan di layar ponsel, lahir semangat kompetisi, disiplin, dan prestasi yang tak kalah bergengsi dibanding olahraga lainnya.
Kapolres Cup 2026 pun menjadi pesan kuat bahwa era sudah berubah. Jika dulu orang tua sering menegur anak karena terlalu lama bermain game, kini sebagian dari mereka justru pulang membawa piala.
Asalkan dimainkan secara sehat dan terarah, tombol virtual ternyata bisa menjadi jalan menuju masa depan yang lebih nyata.









Tinggalkan Balasan