HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Belajar Kelola Sampah Sejak Dini, Siswa Kelas 1 SD IT Nidaul Hikmah Antusias Kunjungi TPS Bulu 3R

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Puluhan siswa kelas 1 SD IT Nidaul Hikmah mengikuti kegiatan outing class ke TPS Bulu 3R, Argomulyo, Kota Salatiga, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari edukasi lingkungan sejak dini, dengan mengenalkan proses pemilahan hingga pengolahan sampah secara langsung.

Sebanyak 75 siswa didampingi tujuh guru dalam kunjungan tersebut. Kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Salatiga.

Baca Juga:  Jaringan Miras Ilegal Tulungagung Tersingkap: Promosi via TikTok dan COD Jadi Kedok

Di lokasi, para siswa diajak melihat bagaimana sampah dikumpulkan, dipilah berdasarkan jenisnya, hingga diolah kembali agar memiliki nilai guna. Mereka juga diperkenalkan pada konsep pengelolaan sampah berbasis 3R (reduce, reuse, recycle).

Kepala Sekolah SD IT Nidaul Hikmah, Dony Prasetyo Nugroho, mengatakan kegiatan ini bertujuan membangun kebiasaan menjaga lingkungan sejak usia dini.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada anak-anak agar terbiasa membuang sampah pada tempatnya, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal mereka,” ujarnya kepada harian7.com.

Baca Juga:  Kebakaran Ruko di Jalan Sukowati Diduga Akibat Korsleting Listrik, Damkar Salatiga Imbau Warga Rutin Cek Instalasi Listrik

Menurut Dony, pembelajaran langsung di lapangan membuat siswa lebih mudah memahami pentingnya pengelolaan sampah. Selain itu, pengalaman tersebut juga mendorong munculnya rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.

Selama kegiatan, siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka tidak hanya menyaksikan proses pemilahan sampah, tetapi juga belajar praktik pemanfaatan kembali barang bekas.

Di TPS Bulu 3R, siswa dikenalkan cara bijak memperlakukan sampah, seperti memanfaatkan galon bekas dan kotak es krim menjadi pot tanaman sayur. Sementara sampah organik diolah menjadi pupuk dan media tanam.

Baca Juga:  Jejak Diskresi dan Lobi Travel Masih Diurai, KPK Terus Memburu Tersangka Lain Kasus Kuota Haji

Dony menambahkan, kegiatan semacam ini diharapkan dapat membentuk karakter peduli lingkungan pada anak sejak dini.

“Anak-anak terlihat sangat senang karena bisa melihat langsung prosesnya. Ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi mereka,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!