Toko Batik di Kudus Ramai Diserbu Pemudik, Penjualan Diprediksi Meningkat
Laporan: Tambah Santoso
KUDUS | HARIAN7.COM – Menjelang dan setelah Hari Raya Idulfitri, sejumlah toko batik di Kabupaten Kudus mulai dipadati pengunjung. Mayoritas pembeli merupakan pemudik yang berburu oleh-oleh khas daerah.
Salah satu toko yang ramai disambangi adalah Batik Benang Raja Kudus. Staf toko, Dian, mengatakan lonjakan pengunjung terjadi setiap musim mudik Lebaran.
“Biasanya yang datang itu pemudik dari luar Kudus. Mereka membeli batik atau pakaian lain untuk oleh-oleh,” ujarnya.
Menurut dia, peningkatan jumlah pengunjung mulai terasa beberapa hari sebelum Lebaran dan terus berlangsung hingga setelah hari raya.
“Biasanya mulai ramai sebelum Lebaran, lalu berlanjut sampai setelah Lebaran, sekitar satu sampai dua minggu,” jelasnya.
Dian menyebut, produk yang paling banyak diminati adalah pakaian batik dan daster. Selain itu, model pakaian yang sedang tren juga turut menjadi incaran pembeli.
“Kalau untuk oleh-oleh biasanya yang paling sering dicari batik dan daster. Selain itu juga ada beberapa model yang sedang viral,” katanya.
Beragam motif dan model menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Hal ini membuat banyak pembeli datang untuk mencari pakaian dengan corak khas maupun desain yang sedang populer.
Dari sisi harga, Batik Benang Raja menawarkan variasi yang cukup luas, mulai dari sekitar Rp50.000 hingga Rp1 juta, tergantung jenis kain dan kualitasnya.
“Pengunjung biasanya senang karena di sini pilihan batiknya cukup lengkap. Harganya juga dianggap cukup murah dibandingkan tempat lain,” ujar Dian.
Dengan meningkatnya jumlah pemudik yang pulang ke kampung halaman, penjualan batik di Kudus diharapkan terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.(*)

















Tinggalkan Balasan