HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Reog dan Bagi Takjil Siswa SMPN 7 Salatiga, Kolaborasi Lestarikan Budaya dan Tebar Kepedulian

Laporan: Muhamad Nureni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Pertunjukan reog yang digelar siswa SMP Negeri 7 Kota Salatiga di Alun-alun Pancasila, Selasa (17/3/2026) sore, tak sekadar menjadi hiburan warga. Aksi tersebut menjadi wujud pelestarian budaya sekaligus sarana menanamkan kepedulian sosial di momentum Ramadhan.

Keriuhan langsung terasa saat para siswa tampil dengan kostum reog lengkap, riasan mencolok, serta atribut kuda lumping. Pertunjukan itu menarik perhatian masyarakat yang tengah berolahraga maupun menunggu waktu berbuka puasa.

Baca Juga:  Dua Pejabat Sragen Turun Tahta, Ada Apa di Balik Mutasi Akhir Tahun?

Kepala SMP Negeri 7 Kota Salatiga, Waskitho Asmara Adi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan ajang unjuk kebolehan siswa setelah menjalani latihan dalam ekstrakurikuler reog.

“Tentu ekstrakurikuler ini bertujuan melestarikan budaya tradisional Indonesia,” ujarnya.

Tak hanya menampilkan kesenian tradisional, para siswa juga membagikan takjil kepada masyarakat di sekitar lokasi. Mereka tampak antusias menyapa dan membagikan paket berbuka kepada warga yang melintas.

Baca Juga:  Diplomat Kanada Kepincut Jawa Tengah, Lirik Investasi Pertanian hingga Kesehatan

“Mereka dengan penuh semangat dan senyum, ini menunjukkan nilai kepedulian sosial serta semangat berbagi yang menjadi inti dari kegiatan ini,” kata Waskitho.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan kolaborasi berbagai organisasi siswa, mulai dari OSIS, Pramuka, PMR, Rohis, hingga bidang kesiswaan dan ekstrakurikuler reog.

“Kolaborasi ini mencerminkan kekompakan seluruh warga sekolah dalam menyukseskan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Bijak Bermedsos, SMPN 1 Bawen Gandeng ICI Jateng di MPLS 2025

Menurut Waskitho, Ramadhan menjadi momen tepat untuk menanamkan nilai empati, kepedulian, dan kebersamaan kepada siswa sejak dini.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu menanamkan nilai empati, kepedulian, dan kebersamaan kepada para siswa sejak dini,” katanya.

Ia menambahkan, semangat berbagi yang ditanamkan dalam kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!