Perkuat Sinergi Jaga Ekosistem Rawa Pening, Kodim 0714/Salatiga Gelar Sarasehan Bersama BBWS dan Pemkab Semarang
Laporan : Shodiq
BANYUBIRU|HARIAN7.COM – Kodim 0714/Salatiga menggelar kegiatan sarasehan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana dan Pemerintah Kabupaten Semarang di kawasan Bukit Cinta, Rawa Pening, Sabtu (6/12/2025). Forum bertajuk “ngobrol ringan penuh isi” ini bertujuan menyelaraskan program pelestarian alam dengan pengembangan potensi wisata dan ekonomi kreatif di kawasan Danau Rawa Pening.
Dandim 0714/Salatiga, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, dalam sambutannya menekankan pentingnya konsep kemanunggalan TNI dengan alam. Menurutnya, menjaga ekosistem Rawa Pening adalah bagian dari pembinaan teritorial untuk menciptakan kondisi pertahanan semesta yang tangguh.
“Sebagaimana pesan Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, kita harus menyatu dengan alam. Jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita. Rawa Pening ini adalah aset vital yang harus kita rawat bersama agar tidak menjadi ancaman bencana bagi masyarakat,” ujar Letkol Kav Fajar.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan BBWS Pemali Juwana, Eko, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini. Ia menilai kolaborasi lintas sektoral sangat diperlukan mengingat fungsi strategis Rawa Pening sebagai penampung air sekaligus tumpuan hidup warga sekitar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Wiwin Sulistiyowati menyoroti potensi besar Rawa Pening yang akan menjadi tuan rumah Porprov cabang olahraga dayung. Pemerintah telah menyiapkan jalur lintasan serta melakukan rehabilitasi sarana pendukung.
“Kami terus mengembangkan desa wisata seperti Kampung Rawa hingga jembatan biru. Kedepan, aktivitas seperti tubing dan stand up paddle akan dipadukan dengan pameran UMKM serta ekonomi kreatif untuk mendatangkan wisatawan lebih banyak,” jelasnya.
Acara yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh jajaran Kapolsek, Danramil, Camat, serta para Kepala Desa dari empat wilayah penyangga Rawa Pening (Ambarawa, Banyubiru, Bawen, dan Tuntang). Melalui sarasehan ini, diharapkan muncul komitmen bersama untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi pariwisata dengan kelestarian ekosistem lingkungan pada tahun 2026 mendatang.(*)












Tinggalkan Balasan