HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Perkuat Ketahanan Pangan, Tim Kemhan dan Dandim 0714/Salatiga Survei Lokasi Batalyon Pertanian di Bancak

Laporan : Shodiq

BANCAK,HARIAN7.COM – Komandan Kodim 0714/Salatiga, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, mendampingi perwakilan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Bambang Ismanto, meninjau lahan seluas 54 hektare di Dusun Karangwuni, Desa Plumutan, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang. Survei ini dilakukan guna memastikan kesiapan lokasi pembangunan Batalyon Teritorial Pertanian (Yon TP) yang dijadwalkan memulai konstruksi fisik pada April mendatang.

Program Batalyon Pertanian di Desa Plumutan ini merupakan bagian dari inisiasi pemerintah untuk membentuk 100 batalyon khusus di seluruh Indonesia. Proyek strategis ini memanfaatkan lahan milik Perum Perhutani KPH Semarang guna mendukung kemandirian logistik satuan serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Baca Juga:  Layanan Paspor Simpatik Serentak di 4 Kabupaten Warnai Peringatan Hari Bakti Imigrasi ke-76

Bambang Ismanto, menjelaskan bahwa berbeda dengan batalyon tempur, Yon TP difokuskan pada pembangunan wilayah melalui sektor pertanian, peternakan, dan perbaikan irigasi.

“Luas lokasi yang disiapkan sekitar 54 hektare. Nantinya, fokus utama di sini adalah pertanian dan peternakan untuk memajukan potensi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujar Bambang Ismanto saat meninjau lokasi, Selasa (3/3).

Baca Juga:  Longsor Terjang Sumowono, TNI dan Warga Bahu-Membahu Pulihkan Akses Jalan

Pembangunan fisik ditargetkan rampung dalam waktu enam bulan sejak dimulai pada awal April 2026. Selain infrastruktur, proses rekrutmen personel pasukan yang akan mengisi batalyon tersebut saat ini telah mulai berjalan.

Ditambahkan, Letkol Fajar Hapsari N menerangkan bahwa Tim gabungan dalam survei ini melakukan penilaian mendalam terhadap kondisi fisik lahan, kualitas tanah, aksesibilitas, hingga potensi geografis.

Baca Juga:  Polres Nganjuk Gelar KRYD, Ciptakan Kondisi Aman Pasca Situasi Terkini

“Sinergi antara TNI AD, Kemhan, Perhutani, dan Pemerintah Daerah diharapkan dapat mengubah lahan tidak produktif menjadi kawasan hijau yang bernilai ekonomis tinggi, ” beber Dandim.

Turut hadir dalam kegiatan survei tersebut KPH Semarang, jajaran Forkopimcam Bancak serta Pejabat Utama (PJU) Kodim 0714/Salatiga untuk memastikan koordinasi kewilayahan berjalan lancar.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!