HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Bupati Jepara Genjot Jalur Alternatif usai Longsor Berulang di Desa Tempur

Laporan: Tambah Santoso

JEPARA | HARIAN7.COM – Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama jajaran turun langsung meninjau lokasi longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Sabtu (28/3) sore. Pemerintah Kabupaten Jepara bergerak cepat menangani material longsoran sekaligus mempercepat pembukaan jalur baru menuju kawasan desa wisata di Pegunungan Muria.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, sejak awal Maret hingga kini telah terjadi lima kali longsor di Desa Tempur. Dua di antaranya bahkan terjadi berturut-turut pada Jumat dan Sabtu (27–28 Maret) di titik yang sama.

Baca Juga:  Gelar Reses, Anggota DPRD Kota Salatiga Fraksi Partai Gerindra Aslinda Afiyanti S.P., Akan Tindak Lanjuti Keluhan Masyarakat Terkait APD dan UMKM

Akibat kejadian tersebut, badan jalan yang sebelumnya sempat dibersihkan kembali tertutup material longsor. Akses penghubung Dukuh Duplak dengan wilayah di bawahnya pun kembali lumpuh dan tidak dapat dilalui kendaraan.

Bupati Witiarso menegaskan, selain fokus pada penanganan darurat berupa pembersihan material, pihaknya juga memprioritaskan pembukaan jalur alternatif sebagai solusi jangka menengah. Jalur baru tersebut dirancang menghubungkan Sumanding dengan Desa Tempur.

Baca Juga:  Awal Bulan, Wabin Perempuan Rutan Salatiga Ikuti Pembinaan Produktif

“Panjang jalur baru ini sekitar 6 kilometer. Saat ini progresnya sudah hampir 5 kilometer atau sekitar 80 persen. Target kami empat pekan ke depan sudah selesai,” ujar Witiarso, didampingi Kalakhar BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto.

Setelah pembukaan jalur rampung, Pemkab Jepara akan melanjutkan dengan pengerasan badan jalan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Selain itu, penataan saluran air juga akan dilakukan guna mengantisipasi longsor susulan di kawasan tersebut.

Baca Juga:  HUT TNI Yang Ke - 77, Koramil 0805/10 Sine Adakan Bakti Sosial Donor Darah

“Untuk pengerasan jalan dan saluran air akan kami anggarkan melalui APBD Perubahan tahun ini,” jelasnya.

Langkah percepatan ini diharapkan mampu segera memulihkan akses masyarakat sekaligus menghidupkan kembali aktivitas pariwisata di Desa Tempur yang dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan di lereng Muria.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!