HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

30 Tahun Mengabdi di Vihara, Marsini Haru Terima Insentif dari Pemkab Semarang

Laporan : Shodiq

UNGARAN,HARIAN7.COM– Raut wajah Marsini (50) memerah saat namanya dipanggil ke depan Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Jumat (13/3/2026) petang. Petani sayur asal Desa Candigaron, Sumowono ini tak kuasa menahan haru saat menerima honorarium sebagai penjaga tempat ibadah secara simbolis.

“Terima kasih atas perhatian Bapak Bupati. (Honor) ini sangat berarti untuk keluarga saya,” ujar Marsini dengan suara bergetar.

Marsini adalah potret loyalitas. Selama 30 tahun terakhir, ia mendedikasikan waktunya menjaga kebersihan dan ketertiban di Vihara Kasapa, Desa Candigaron. Di sela kesibukannya bertani, ia konsisten memastikan tempat ibadah di desanya tetap nyaman bagi umat.

Baca Juga:  Mudik Lebaran 2026: Tol Fungsional Ambarawa Siap Dioperasikan Mulai 13 Maret

Ia hadir bersama 12 perwakilan penerima insentif lainnya untuk disalami langsung oleh Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, dan Wakil Bupati, Hj. Nur Arifah.

Bupati Ngesti Nugraha menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para rohaniawan dan penjaga tempat ibadah dalam menjaga kondusivitas wilayah. Meski ada efisiensi anggaran, Pemkab tetap memprioritaskan bantuan ini sebagai bentuk kepedulian.

Baca Juga:  Menyingkap Pesona Mistis Pohon Preh 'Ular Raksasa' dalam Tradisi Sadranan Makam Tileng

“Kita semua sepakat menjaga suasana damai dan nyaman dalam kehidupan beragama. Mohon maaf belum bisa memberikan insentif yang lebih layak karena ada efisiensi anggaran,” tutur Bupati.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda, Asep Mulyana, menjelaskan bahwa pada tahun 2026 ini, Pemkab mengucurkan total anggaran miliaran rupiah untuk ribuan petugas keagamaan.

Baca Juga:  Danrem 073/Makutarama bersama Dandim 0714/Salatiga Tinjau Lokasi Longsor di Kalongan, Pastikan Penanganan Terpadu

Sebanyak 2.136 rohaniawan (imam masjid, pendeta, hingga biksu) menerima insentif masing-masing sebesar Rp700 ribu, dengan total serapan anggaran Rp1,49 miliar.

Sementara itu, untuk 2.124 tenaga keamanan atau marbot, dialokasikan masing-masing Rp500 ribu dengan total anggaran Rp1,06 miliar.

“Kami melakukan verifikasi ketat dari usulan Kepala Desa atau Lurah agar insentif ini benar-benar tepat sasaran kepada mereka yang telah mengabdi di lapangan,” pungkas Asep.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!