Menyingkap Pesona Mistis Pohon Preh ‘Ular Raksasa’ dalam Tradisi Sadranan Makam Tileng
Laporan : Shodiq
BRINGIN|HARIAN7.COM– Ratusan warga memadati area pemakaman Desa Wiru pada Minggu (8/2/2026) pagi untuk melaksanakan tradisi Sadranan. Namun, perhatian publik tidak hanya tertuju pada doa bersama, melainkan pada fenomena alam langka yang berdiri kokoh di tengah Makam Tileng : sebuah Pohon Preh raksasa berdiameter 12 meter yang menyerupai lilitan ular besar.
Pohon jenis Ficus retusa ini menjadi pusat perhatian karena keunikan biologisnya. Batang utamanya dililit oleh tanaman Rawadan setebal satu meter, menciptakan ilusi optik menyerupai dua ular raksasa yang saling berpasangan. Fenomena ini oleh masyarakat setempat dianggap sebagai simbol keseimbangan alam sekaligus penjaga gaib desa.
“Pohon ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Tidak ada catatan siapa yang menanamnya, sehingga kami menganggapnya sebagai punden atau identitas desa yang harus dijaga,” ujar salah satu tokoh masyarakat di sela-sela kegiatan Sadranan.
Meski menyelimuti nuansa wingit dan angker, keberadaan pohon ini mulai dilirik sebagai potensi wisata budaya dan riset. Keunikan batangnya menjadi daya tarik bagi para fotografer, sementara ukurannya yang masif menjadi objek menarik bagi peneliti botani untuk mempelajari ekosistem di wilayah Kabupaten Semarang.
Kegiatan Sadranan tahun ini pun menjadi momentum bagi warga Desa Wiru untuk mempertegas komitmen mereka dalam menjaga kelestarian alam. Pohon Preh tersebut bukan sekadar tumbuhan, melainkan “saksi bisu” sejarah yang menyatukan warga dalam ikatan tradisi dan legenda yang turun-temurun.(*)












Tinggalkan Balasan