HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Ribuan Jamaah Muhammadiyah Padati Jantung Kota Salatiga, Salat Idulfitri Meluber hingga Area Sekitar Mal

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Ribuan jamaah Muhammadiyah memadati halaman Mal Ramayana Salatiga pada pelaksanaan Salat Idulfitri, Jumat (20/3/2026). Lonjakan jumlah jamaah tahun ini membuat area salat tidak hanya terpusat di halaman utama, tetapi juga meluber hingga ke sejumlah titik di sekitar gedung.

Sejak pagi hari, arus kedatangan jamaah sudah terlihat mengalir dari berbagai penjuru kota. Lokasi yang berada di pusat Salatiga ini kembali dipilih karena dinilai strategis dan mampu menampung jamaah dalam jumlah besar, seiring meningkatnya partisipasi warga setiap tahun.

Baca Juga:  Tukar Sampah Jadi Sembako, PKK Salatiga Dorong Warga Pilah Sampah dari Rumah

Tahun ini, suasana Idulfitri terasa berbeda. Perbedaan penetapan hari raya membuat jumlah jamaah yang mengikuti salat di lokasi tersebut membludak. Kondisi ini justru menciptakan nuansa kebersamaan yang lebih kuat, dengan saf-saf salat yang tersusun rapat hingga meluas ke area sekitar.

Baca Juga:  Dorong Kemandirian Santri, Baznas Gelar Pelatihan Boga dan Barista

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Salatiga, Prof. Saadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan. Ia menilai pelaksanaan salat berlangsung lancar, tertib, dan penuh kekhusyukan meski dihadiri ribuan jamaah.

“Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan sinergi yang kuat. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berkolaborasi dalam mengembangkan gerakan dakwah Muhammadiyah di Salatiga,” ujarnya.

Baca Juga:  Wow! Buka Puasa Terpanjang di Solo Pecahkan Rekor Muri

Sementara itu, khatib Salat Idulfitri, Rifki Erlangga, dalam khutbahnya mengajak jamaah menjadikan Idulfitri sebagai momentum muhasabah diri. Ia menekankan pentingnya peningkatan ketakwaan, kepekaan sosial, serta menghindari pola hidup konsumtif.

Pelaksanaan salat yang berlangsung khidmat ini menjadi potret kuatnya nilai keislaman sekaligus kebersamaan di tengah masyarakat, di mana perbedaan justru menghadirkan ruang untuk mempererat persaudaraan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!