HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Rajut Rindu di Balik Jeruji, 58 Warga Binaan Lapas Purwodadi Berbuka Bersama Keluarga

Laporan: Muhamad Nuraeni

PURWODADI | HARIAN7.COM – Ramadan di balik tembok tinggi tak selalu identik dengan sepi. Di Aula Ajisaka Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Purwodadi, Kamis, 26 Februari 2026, suasana justru dipenuhi peluk rindu dan tatap mata yang lama tertahan jarak.

Sebanyak 58 warga binaan mendapat kesempatan berbuka puasa bersama keluarga mereka. Total 137 pengunjung hadir sore itu. Setiap warga binaan dikunjungi maksimal enam anggota keluarga. Aula pun berubah menjadi ruang temu yang hangat, penuh bisik kabar, doa, dan harapan yang dirajut ulang.

Baca Juga:  Misi Aman Berkendara, Polres Salatiga Bersama Club Motor Gelar Glorifikasi Keselamatan Lalu Lintas

Kegiatan diawali dengan registrasi dan pemeriksaan sesuai prosedur keamanan. Setelah itu, warga binaan dan keluarga duduk berdampingan, menunggu azan Maghrib. Saat waktu berbuka tiba, hidangan sederhana terasa istimewa. Bukan semata soal menu, melainkan tentang kebersamaan yang jarang didapat.

Pelaksanaan kegiatan diawasi langsung Kepala Lapas Purwodadi beserta jajaran pejabat struktural dan seluruh petugas pengamanan. Pengamanan dilakukan optimal untuk memastikan acara berjalan aman, tertib, dan lancar, tanpa mengurangi esensi kebersamaan.

Baca Juga:  Rutan Salatiga Lakukan Pemeriksaan Data Kependudukan WBP

Kepala Lapas Purwodadi, Erik Murdiyanto, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremoni Ramadan.

“Momentum Ramadan kami manfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi antara warga binaan dan keluarga. Dukungan keluarga sangat penting dalam proses pembinaan dan reintegrasi sosial,” ujarnya.

Bagi sebagian warga binaan, momen itu menjadi pengingat bahwa di luar sana masih ada yang menunggu. Harapan agar mereka menjalani masa pembinaan dengan baik terasa lebih nyata ketika keluarga duduk di hadapan, berbagi kurma dan senyum.

Baca Juga:  PC Satria Kabupaten Magelang dan Masyarakat Merasa Kecewa Karena Beberapa Kepala Daerah Menunda Kehadirannya Mengikuti Retret

Program buka puasa bersama ini menjadi salah satu terobosan pembinaan kepribadian yang menitikberatkan pada penguatan ikatan emosional. Ramadan, di tempat yang kerap dilekati stigma, berubah menjadi ruang refleksi dan rekonsiliasi.

Di balik jeruji, rindu tak lagi sekadar ditahan. Ia diberi ruang untuk dirajut, pelan, namun penuh makna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!