HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Pesta Arak dan Rencana Perang Air di Dawe Dibekuk Polisi

Laporan: Tambah Santoso

KUDUS | HARIAN7.COM – Malam akhir pekan di Desa Piji, Kecamatan Dawe, mendadak ricuh. Sejumlah remaja yang semula berkumpul santai justru kedapatan menenggak minuman keras dan bersiap menggelar perang air dengan kelompok dari desa lain. Aparat Polsek Dawe datang lebih dulu sebelum rencana itu meledak di jalanan.

Operasi yang digelar jajaran Polres Kudus sekitar pukul 22.00 WIB, Sabtu (21/2), membuyarkan pesta tersebut. Polisi mendapati belasan remaja tengah pesta miras. Dari lokasi, petugas juga menyita 27 botol arak Bali dari seorang penjual yang ikut diamankan.

Baca Juga:  Tiba di Tanah Air, Jemaah Haji Pinrang Tampil Glamor dengan Pakaian Adat dan Perhiasan Madinah

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo melalui Kapolsek Dawe AKP Budianto mengungkapkan, temuan di lapangan tak berhenti pada botol-botol arak. Sekitar 150 plastik berisi air telah disiapkan, diduga untuk perang air lintas desa.

“Petugas mendapati sekelompok remaja sedang pesta miras. Kami juga mengamankan penjual miras beserta 27 botol arak Bali sebagai barang bukti,” ujar AKP Budianto, Minggu (22/2/2026).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi perang air itu rencananya melibatkan remaja dari Desa Kajar, Colo, Piji, hingga Lau. Polisi langsung menyisir titik-titik yang dicurigai menjadi lokasi bentrokan dan membubarkan kerumunan sebelum gesekan meluas.

Baca Juga:  Keresahan Tahunan Saat PPDB: Ketua DPRD Salatiga Soroti Sistem dan Perlu UPT Khusus

Menurut Kapolsek, perang air yang kerap terjadi pada malam hari bukan sekadar permainan. Aksi itu berisiko memicu keributan dan membahayakan pengguna jalan yang melintas. Karena itu, aparat memilih bergerak cepat sebagai langkah pencegahan.

Para remaja yang terjaring kemudian digelandang ke Mapolsek Dawe. Mereka didata dan dipanggilkan orang tuanya untuk pembinaan.

Baca Juga:  Perseteruan Nuril CS dan Kades Klurahan Terkait Kepengurusan Sertifikat Yang Tak Kunjung Selesai, Akhirnya Berujung Sepakat

“Kami lakukan pembinaan dan pemanggilan orang tua agar ada pengawasan lebih ketat. Ini sebagai langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Memasuki bulan Ramadan, kepolisian mengingatkan agar malam-malam diisi kegiatan yang lebih bermanfaat. Perang air, perang sarung, balap liar, hingga petasan disebut hanya membuka pintu masalah baru.

“Dengan kepedulian bersama, kita harapkan situasi di wilayah Dawe tetap aman, nyaman, dan kondusif selama Ramadan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!