HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Menjelang Imlek 2577, Klenteng Hok Tek Bio Salatiga Dipoles dengan Air dari Langit

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Sepekan sebelum Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, suasana Klenteng Hok Tek Bio, Kota Salatiga, tampak berbeda pada Rabu, 11 Februari 2026. Umat Tri Dharma bergotong royong membersihkan patung dewa-dewi, altar, serta berbagai perlengkapan ibadah yang ada di dalam klenteng.

Bangunan yang telah berusia ratusan tahun itu menjadi pusat aktivitas sejak pagi. Di ruang utama, puluhan patung yang berjajar rapi dibersihkan satu per satu. Kain halus digerakkan perlahan menyeka permukaan patung, sementara altar dan ornamen lain dipoles dengan cermat.

Baca Juga:  Musrenbang RSUD Salatiga: Layanan Jadi Prioritas, Bukan Sekadar Bangunan

Pembersihan dilakukan satu pekan sebelum Imlek. Dalam kepercayaan Tionghoa, waktu tersebut diyakini sebagai saat para dewa-dewi naik ke surga, sehingga klenteng berada dalam keadaan kosong dan dapat dibersihkan.

Air yang digunakan pun memiliki makna tersendiri. Umat memanfaatkan air hujan, air yang turun langsung dari langit, yang dicampur teh agar warna patung tidak pudar. Tidak ada teknik khusus, selain ketelitian dan kehati-hatian agar setiap detail tetap terjaga.

Baca Juga:  Tutup Peringatan Hari Dharma Karya Dhika, Kepala Rutan Salatiga Ingatkan Ini

Tradisi membersihkan tempat ibadah menjelang Imlek bukan semata menjaga kebersihan fisik bangunan. Kegiatan itu mengandung filosofi penyucian diri dan harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun mendatang, keselamatan, perlindungan, rezeki, serta ketenteraman.

“Dengan rumah ibadah yang bersih, umat Tri Dharma berharap dapat menyambut tahun baru dengan hati yang bersih serta lebih menghayati datangnya tahun baru dengan semangat dan harapan baru pula,” ujar Budi Setiyono, Pengurus Klenteng Hok Tek Bio Salatiga.

Baca Juga:  Wuling Hongguang EREV: MPV Hybrid Bergaya, Jarak Tempuh Tembus 1.000 Km

Di antara deretan patung dan altar yang dipoles perlahan, gotong royong itu menjadi penanda: Imlek tak sekadar pergantian kalender, melainkan momentum merawat ruang suci sekaligus menata batin.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!